CIKARANG PUSAT – Pegiat kawasan industri meminta pemerintah agar menaikan target vaksin menjadi 100 persen. Dengan capaian vaksin itu, kekhawatiran penyebaran virus covid-19 di kawasan industri bisa diminimalisir.
“Target idealnya vaksin seharusnya 100 persen dri total penduduk Kabupaten Beksai, bukan 70 persen dengan menggunakan konsep herd immunity,” ujar Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (ASPHRI), Yosminaldi pada Kamis (11/11).
Dia khawatir, dengan sisa vaksin 30 persen dari target 70 persen bisa memicu penularan baru virus covid-19 di masyarakat.
“Sisanya 30 persen yang belum divaksin bisa menjadi penular virus kepada orang lain,” katanya.
Meski begitu, masyarakat juga harus tetap menerapkan prokes M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Yos menilai, prokes tersebut sebagai budaya baru kehidupan sosial masyarakat Bekasi, khususnya di dunia usaha dan dunia industri.
“Agar proses bisnis bisa kembali berjalan normal dan memberikan dampak positif kepada peningkatan ekonomi dan kesejahtaraan rakyat Kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Tak hanya itu, keputusan pemerintah menerapkan PPKM level 1 di Kab Bekasi sudah tepat, karena sudah terjadi penurunan kasus secara landai dan konstan.
“Masalahnya, implementasi Prokes ketat seperti Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan harus selalu digaungkan dan dijadikan budaya hidup sehari-hari,” tandasnya. (IB)
























