CIKARANG PUSAT – Memasuki tahun ke tujuh, program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memberikan begitu banyak manfaat yang telah dirasakan oleh pesertanya dari berbagai kalangan. Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat JKN-KIS adalah Lely Rahmasari (27) seorang guru honorer. Lely sebelumnya terdaftar dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) PNS sebagai tanggungan dari orang tuanya. Ketika telah menikah kini ia beralih menjadi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2.
“Sebelumnya saya telah terdaftar JKN-KIS sebagai tanggungan orang tua saya yang seorang PNS. Pada tahun 2020 lalu setelah menikah saya beserta suami mendaftarkan diri sebagai peserta PBPU kelas 2. Selama ini saya belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS saya. Awalnya saya ragu namun ketika saya akan melahirkan anak pertama baru saya mencoba menggunakannya,” tuturnya kepada tim Jamkesnews, Kamis (25/02).
Lely mengatakan keraguannya akan JKN-KIS hilang ketika ia mencoba mengggunakannya. Dari awal melakukan kontrol kehamilan hingga melahirkan ia sama sekali tidak mengeluarkan biaya pribadi semua telah di tanggung. Terlebih ketika melahirkan ia mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari pihak klinik tempatnya terdaftar. Ia mengaku senang karena tidak harus memikirkan biaya lagi dan dapat fokus dalam proses melahirkan.
“Alhamdulillah, keraguan saya selama ini tentang JKN-KIS telah hilang. Sejak awal kontrol kehamilan hingga melahirkan saya mendapatkan pelayanan yang baik dari perawat dan bidan. Saya juga diberitahu bahwa saya tidak perlu membayar semua biaya perawatan karena saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Pikiran saya tenang tanpa harus memikirkan biaya akhirnya saya dapat fokus dalam proses melahirkan,” ujar Lely.
Di akhir perbincangan Lely mengutarakan harapannya agar BPJS Kesehatan sebagai pengelola Program JKN-KIS agar dapat terus meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat. Ia juga berpesan kepada masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta agar segera mendaftarkan diri dan keluarganya ke dalam Program JKN-KIS jangan menunggu sakit dulu baru mendaftar karena akan menjadi sesal diakhir.
“Harapan saya semoga BPJS Kesehatan selaku pengelola Program JKN-KIS dapat terus meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat dan terus memberikan pelayanan yang baik. Saya juga akan mengajak keluarga dan rekan-rekan saya yang belum terdaftar sebagai peserta untuk segera mendaftarkan diri beserta keluarga kedalam program ini jangan terlambat ketika nanti sakit belum menjadi peserta JKN-KIS,” tutupnya. (rls/adv)



















