Dewan Jabar, Bang Haji Faizal (BHF) Minta Dinas Peternakan Kabupaten Bekasi “Greget” Antisipasi PMK

POLITIK1,618 BACA

CIKARANG PUSAT – menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H, Anggota DPRD Jawa Barat, H. Faizal Hafan Farid meminta dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Bekasi agar terus memantau penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Pasalnya, saat ini penyebaran PMK sudah hampir terus bertambah dari 27 Kab/Kota se jawabarat sudah ada kasus PMK di 20 Kab/Kota.

“Ini sekarang sudah hampir merata (PMK) tersebar di seluruh Kabupaten dan kota di Jawa Barat, walaupun data resminya pada Minggu lalu itu masih 20 Kabupaten Kota,” ucap H.Faizal Hafan Farid pada Senin (13/06).

Politisi PKS itu mempertanyakan antisipasi yang dilakukan dinas peternakan Kabupaten Bekasi menangani PMA. Sampai saat ini, Dinas Peternakan Kabupaten Bekasi dinilai belum terlalu terbuka terkait antisipasi PMK.

“Ya sampaikan ke publik langkahnya seperti apa? Dan update terbaru ke publik, kalau wilayah lain seperti Kota Bekasi sudah ditemui penyebaran PMK,” katanya.

Sampai saat ini, penyebaran PMK di Kabupaten Bekasi masih aman dan belum ada ternak yang terkonfirmasi terjangkit PMK.

“Ya syukur Alhamdulillah kalau di Kabupaten Bekasi tidak ditemui PMK, tetapi dinas juga harus pro aktif lagi antisipasi yang dilakukannya apa dikabarkan ke masyakarat,” tambahnya.

Sementara itu, H.Faizal juga meminta Pemprov Jabar dapat segera menggelontorkan bantuan untuk antisipasi penyebaran PMK ini. Jika tidak, PMK bisa menjadi persoalan serius dan mengganggu pasokan kebutuhan ternak menjelang Idul Adha tahun ini.

Tak hanya itu, H. Faizal juga menyindir langkah dinas peternakan Jawa Barat masih minim mengantisipasi penyebaran PMK.

“Belum mendapatkan dukungan pendanaan dari gubernur, karena Gubernur juga masih berduka,” katanya.

Meski begitu, anggota Komisi II DPRD Jabar itu berharap Sekda atau Asda dapat bertindak cepat. Karena dinas peternakan dan ketahanan pangan Provinsi Jabar sudah berkoordinasi ke Sekda.

“Jadi dinas peternakan juga sudah menyampaikan kebutuhan Anggaran dari apa yang diajukan oleh Dinas,” katanya.

Meskipun saat ini dinas peternakan dan ketahanan pangan telah bergerak, menurut H.Faizal, antisipasi tersebut harus segera ada koordinasi dengan kab/ kota sejawa barat dan jangan terlambat.

“Dukungan anggaran untuk antisipasi yang dilakukan dinas juga penting. Jika tidak akan menjadi bola salju, yang kecil dibiarkan akan menjadi besar,” tambahnya.

“Idealnya saat inisudah jutaan sapi yang sudah mendapatkan vaksinasi,” tandasnya. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *