Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Dewan Saeful Islam : Bikin Masyarakat Semakin Sengsara

POLITIK1,633 BACA

CIKARANG PUSAT – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, SH menolak dengan tegas kenikan harga BBM bersubsidi. Pasalnya, kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut membuat beban masyarakat semakin berat ditengah-tengah kenaikan harga sembako yang melambung tinggi.

“Kenaikan harga BBM disaat seperti ini sangatlah tidak tepat dan menyakiti hati rakyat. Pemerintah haruslah bijak dalam menerapkan sebuah kebijakan. Disaat rakyat masih berjibaku dengan wabah covid yang belum selesai, ekonomi yang belum pulih tiba-tiba pemerintah ingin menaikkan harga BBM,” tegas Saeful Islam.

Menurut politis PKS Kabupaten Bekasi, kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan sangat berdampak kepada harga bahan pokok atau sembako. Dan ini tentunya akan menambah berat kehidupan rakyat.

“Ditambah juga harga minyak dunia saat ini pun sudah mulai turun. Jadi, tolong kepada pemerintah dalam hal ini pak presiden Jokowi agar menunda kenaikan harga BBM,” katanya.

Anggota DPRD yang biasa disapa Bang Iful ini meningatkan agar pemerintah pusat dengan bijak menyikapi kenaikan harga BBM bersubsidi. Jika salah langkah dalam menentukan, dia khawatir akan terjadi inflasi yang ujung-ujungnya merugikan semua sector.

Sebagaimana yang tersiar diberbagai media, wacana harga BBM akan naik pada 1 September 2022, dengan rincian harga baru Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 8.500 per liter. Secara umum, dampak utama dari kenaikan harga BBM tersebut adalah adanya kenaikan tarif angkutan dan biaya produksi di sektor industri, yang pada gilirannya akan meningkatkan inflasi di semua sektor ekonomi. (IB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *