CIKARANG PUSAT – Anggota DPRD Jawa Barat, Faizal Hafan Farid yang biasa disapa Bang Haji Faizal (BHF) menolak dengan tegas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Alasannya, wacana kenaikan harga BBM jenis pertalite dan solar tersebut muncul saat ekonomi masyarakat belum pulih.
“Pasca covid, ekonomi masyarakat belum berjalan maksimal, apalagi kondisi saat ini juga dimana bahan pokok seperti telur dan kebutuhan lainnya naik. Jadi belum tepat pemerintah menaikan BBM bersubsidi,” ujar Faizal.
Apalagi, lanjutnya, terhitung sejak Juni 2022 harga minyak terus mengalami penurunan dari USS 140 per barel menjadi USS 90 per barel per Agustus ini. Dengan begitu, tidak alasan tepat pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi ditengah-tengah harga minyak dunia yang mengalami penurunan.
“Jadi urgensi kenaikan harga BBM bersubsidi sudah kehilangan makna dan membuktikan pemerintah tidak peka terhadap beban ekonomi yang dialami masyarakat ini dimana kebutuhan pokok meroket,” tegasnya.
Politisi PKS itu juga yakin jika pemerintah tetap ngotot menaikan harga BBM bersubsidi akan membuat inflasi pada sector pangan. Imbasnya akan menggerus daya beli masyarakat dan tingkat kemiskinan akan semakin bertambah di Republik ini.
“Jadi kami menolak dengan tegas keniakan BBM bersubsidi ini, karena penderitaan masyarakat akan semakin bertambah dan akan menciptakan kemiskinan baru yang jumlahnnya banyak,” katanya. (IB)



















