JAKARTA – Sejumlah warga rumah susun Pasar Rebo mengikuti kegiatan Sarasehan Masyarakat bersama Aparatur setempat, di komplek area selasar rumah susun Pasar Rebo, RT 014 RW 001, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025) malam.
Acara sarasehan masyarakat dengan mengangkat tema “Meningkatkan Partisipasi dan Keterlibatan dalam Pembangunan Kelurahan” tersebut dihadiri Lurah Susukan, Ketua RW, Ketua RT hingga tokoh masyarakat setempat.
Lurah Susukan, Andri Priwitama Maila menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan belanja masalah khususnya bagi warga RT 014 yang menghuni rumah susun balai latihan kerja. Dirinya mengatakan dari beberapa permasalahan warga yang disampaikan salah satunya yakni terkait keterbatasan untuk berkegiatan.
“Terutama kegiatan yang memang bersifat ekonomis, semacam pendirian perusahaan atau badan hukum. Memang ini jadi kendala karena lahan di sini merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Jadi memang kalau lahan Pemprov tidak boleh ada badan hukum lainnya tanpa ada kerja sama seperti itu, “ ujar Andri Priwitama Maila Lurah Susukan kepada wartawan
Maka dengan itu, sambungnya pihaknya menyarankan agar warga mencari kegiatan alternatif lainnya dari beberapa masalah yang disampaikan. Selain itu, dia juga menyarankan warga untuk membuat kegiatan yang relevan dengan melibatkan masyarakat misalkan seperti ketahanan pangan, makan gizi gratis untuk paud dan sebagainya.
“Saya juga cek apakah paud di sini itu sudah masuk makan bergizi gratis dari BGN karena hampir semua paud di wilayah Kelurahan Susukan sudah mendapatkan MBG seperti itu. Silahkan pengelola paud nanti bisa berkoordinasi melalui RT agar kita usulkan mendapat MBG dan mudah-mudahan dengan adanya itu jumlah muridnya bisa semakin meningkat gitu ya, “ ucapnya
Sebagaimana diketahui di rumah susun balai latihan kerja ini terdapat dua RT dan satu RW yang dihuni sekitar 300 Kepala Keluarga.
Andri menuturkan dari hasil diskusi sarasehan bersama masyarakat setempat tersebut, pihaknya berjanji selanjutnya akan mengawal dan mendukung apa yang diinginkan warga sesuai dengan kewenangannya. Kata dia, terlebih hal ini sudah menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta guna menyerap aspirasi masyarakat khususnya warga rumah susun.
“Jadi memang ada ketentuan-ketentuan yang harus mereka patuhi ya sebagai penghuni rusun. Dan juga mereka sebagai warga mempunyai hak yang sama sebagai warga Kelurahan Susukan. Kita akan tetap coba bisa penuhi apa yang menjadi hak mereka, seperti itu, “ tuturnya

Dia menyatakan jika menemukan kendala dalam keperluan lingkungan, masyarakat dapat datang langsung ke kantor Kelurahan. Namun pihaknya menekankan agar warga dapat berkoordinasi terlebih dahulu melalui RT atau RW setempat.
“Jadi tanpa harus ke Kelurahan ya, mereka bisa melalui RT. Nanti juga dari RT kita pun selalu berdiskusi terkait dengan apa yang menjadi unek-unek warga, kami pun juga komunikasi dengan ketua RT dan ketua RW dengan terbuka gitu, “ kata Lurah Andri
Pihaknya berharap warga khususnya RT 14 bisa menjaga kekompakan, tertib dan nyaman untuk bertempat tinggal di lingkungan rumah susun tersebut.
Sementara itu, Ketua RT 014 RW 001 Kelurahan Susukan, Supendi menyampaikan apresiasi kepada warga dan aparatur setempat khususnya Lurah yang telah mendukung kelancaran acara sarasehan masyarakat tersebut.
“Jadi di situ memang apa yang sebetulnya diharapkan atau informasi yang dibutuhkan warga dapat ditanyakan langsung oleh Pak Lurah. Terus sebetulnya melalui forum ini kita bisa belajar dan menambah wawasan terkait topik yang dibahas, “ ujar RT Supendi
Supendi mengatakan hal ini juga merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap tiga bulan guna memfasilitasi serta menyerap aspirasi yang menjadi keluhan warga. Menurutnya, dengan hadirnya pihak-pihak berwenang, apa yang menjadi pertanyaan warga selama ini dapat terjawab.
“Walaupun memang ada beberapa poin yang perlu kami diskusikan atau kita diskusikan lebih lanjut bersama pengelola. Karena ini memang ada rananya pengelola dan kelurahan nanti akan kita buat suatu kesimpulan yang memang harus duduk bersama antara kami pengurus RT, Pak Lurah, Pak RW dengan pengelola agar apa yang mereka tadi sampaikan bisa terealisasi dengan baik, “ katanya
Dirinya mengungkapkan ada beberapa poin aspirasi yang disampaikan warga, selanjutnya pihaknya akan membuat skala prioritas untuk segera ditindaklanjuti kepada pihak berwenang.
Adapun poin aspirasi warga yang akan menjadi prioritas diantaranya yakni seperti pemberdayaan masyarakat melalui ketahanan pangan atau urban farming, sistem keamanan, dan pembuatan jumantik guna pencegahan penyebaran DBD.
“Saya kira itu sebagai prioritas itu saja, mungkin ditambah beberapa hal yang sifatnya kegiatan warga lainnya yang sekiranya tidak menabrak aturan-aturan yang ada, “ paparnya
Namun dirinya menyayangkan satu hal, karena pihak pengelola berhalangan hadir saat kegiatan berlangsung. Padahal warga mengharapkan pihak pengelola dapat menjadi jembatan agar komunikasi tidak terputus.
Melalui diskusi dengan sarasehan masyarakat, pihaknya berharap kegiatan terus berlanjut sehingga ke depan kaitan dengan informasi-informasi yang ingin didapatkan warga dapat terjawab oleh sumbernya langsung khususnya aparatur setempat dalam hal ini Kelurahan dan pihak berwenang lainnya sesuai dengan aturan berlaku. (ris)




















