Lewat Mobile JKN, Abit Tak Lagi Khawatir Antre di Faskes

EKBIS157 BACA

CIKARANG SELATAN -Hamin Nabit atau yang akrab disapa Abit, mengaku sangat merasakan manfaat dari transformasi digital yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemuda berusia 24 tahun tersebut menceritakan bagaimana aplikasi tersebut mempermudah dirinya setiap kali membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya saat ia harus berobat ke klinik.

“Jujur, aplikasi Mobile JKN ini sangat membantu saya. Prosesnya lebih cepat dan saya tidak perlu bingung lagi kalau mau daftar ke fasilitas kesehatan (faskes). Semua bisa dilakukan lewat handphone (HP),” ungkap Abit ketika ditemui usai menjalani perawatan di salah satu klinik di yang berada masih di sekitar Kabuapaten Bekasi.

Abit menuturkan bahwa sebelumnya ia sering mengalami kesulitan ketika harus mengantre panjang hanya untuk mendapatkan nomor antrean. Kini, dengan adanya layanan digital, ia merasa lebih tenang dan tidak terburu-buru. Dirinya bisa tetap di rumah mengambil nomor antrean tanpa harus terburu–buru ke klinik. Selain kemudahan administratif, Abit juga merasa sangat terbantu dengan adanya perlindungan Program JKN. Ia mengaku sering kali mengalami sakit gigi yang membuatnya harus berulang kali datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Dulu untuk kontrol gigi aja  harus datang pagi-pagi, takut kehabisan nomor. Sekarang tinggal buka aplikasi, sat set sat set, semua beres. Gigi saya memang agak sensitif, jadi kadang sakitnya bisa datang tiba-tiba. Sebelumnya sudah pernah berkali-kali ditambal tetapi tetap saja setelah itu nyut-nyutan sakit lagi. Hal tersebut yang membuat saya sering kali bolak balik klinik untuk mengobatinya. Karena jika dibiarkan benar-benar mengganggu aktivitas karena sakitnya itu. Untungnya, semua pengobatan gigi saya ditanggung oleh JKN. Kalau harus bayar sendiri, mungkin biaya akan cukup besar dan memberatkan,” jelas Abit dengan nada lega.

Bagi Abit kehadiran JKN tidak hanya memberikan rasa aman secara finansial, tetapi juga menghadirkan kepastian akses terhadap pelayanan kesehatan. Ia menekankan bahwa tanpa JKN, mungkin dirinya akan ragu untuk berobat, karena memikirkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, Abit juga menilai bahwa BPJS Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, hal tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan generasi muda yang serba cepat dan akrab dengan teknologi.

“Anak muda sekarang maunya semua serba cepat dan mudah. Mobile JKN menjawab kebutuhan itu. Saya bisa daftar antrean dari rumah, cek riwayat pelayanan, bahkan tahu informasi tagihan langsung dari satu aplikasi. Ini benar-benar inovasi yang bagus,” ujar Abit.

Transformasi digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN memang terbukti mempermudah peserta. Dengan hanya bermodalkan HP dan akses internet, peserta dapat mengakses berbagai layanan mulai dari pendaftaran faskes, informasi kepesertaan, hingga mendapatkan antrean online.

Program JKN tidak hanya melindungi masyarakat dari risiko biaya kesehatan yang besar, tetapi juga mengikuti perkembangan zaman dengan menghadirkan layanan berbasis digital. Dapat dilihat bahwa integrasi teknologi digital dalam Program JKN membawa dampak positif nyata bagi peserta. Hal ini sejalan dengan semangat BPJS Kesehatan untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya merasa lebih tenang sekarang. Kalau sakit, saya tahu sudah ada JKN yang melindungi. Kalau harus ke klinik, saya juga tidak perlu khawatir tidak mendapatkan nomor antrean pelayanan, karena Mobile JKN siap membantu. Benar-benar sangat bermanfaat,” pungkas Abit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *