Manfaat JKN, Retta Jalani Operasi Telinga dengan Pelayanan Mudah dan Nyaman

EKBIS178 BACA

CIKARANG SELATAN – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini dirasakan langsung oleh Margaretta, seorang pegawai swasta asal Cibitung, yang terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Perempuan yang akrab disapa Retta itu bercerita ketika ia mengalami pembengkakan pada telinga pada tahun 2023.

Retta mengaku, pada awalnya ia berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dirinya terdaftar. Namun, setelah menjalani beberapa kali pengobatan, pembengkakan yang dialaminya tidak juga berkurang. Akhirnya dokter di FKTP memberikan rujukan agar mendapatkan tindakan lebih lanjut di rumah sakit.

“Awalnya saya kira cukup dengan pengobatan biasa, tapi ternyata bengkaknya tidak hilang. Akhirnya dokter di FKTP memberikan saya rujukan ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cibitung,” ungkap Retta.

Menurutnya, sejak menerima rujukan, seluruh proses administrasi hingga tindakan medis berjalan sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Ia mengatakan, pelayanan di rumah sakit benar-benar membantu pasien untuk merasa nyaman.

“Mulai dari proses administrasi, pemeriksaan dokter, hingga tindakan operasi kecil yang saya jalani, semuanya terasa sangat dipermudah. Petugas rumah sakit juga tidak pernah mempersulit, justru sangat ramah dan tanggap,” jelasnya

Retta kemudian menjalani operasi kecil untuk penyembuhan telinganya. Meskipun tindakan medis tersebut tergolong kecil, ia menyadari bahwa jika harus ditanggung dengan biaya pribadi, jumlahnya tidak sedikit. Selama menjalani operasi hingga masa pemulihan, Retta merasa semua berjalan lancar. Ia hanya perlu menjalani beberapa kali kontrol pasca operasi dan masa penyembuhan tidak memakan waktu terlalu lama.

“Kalau bayar sendiri, pasti biayanya besar. Saya sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN sehingga semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Dokter dan perawat yang menangani saya sangat helpful. Mereka selalu memberikan penjelasan yang jelas dan mendukung proses pemulihan saya,” tambahnya.

Tidak hanya pada aspek pelayanan medis, Retta juga memanfaatkan kemudahan teknologi yang tersedia. Saat pertama kali mendaftar untuk berobat di rumah sakit, ia menggunakan fitur Antrean Online yang tersedia di aplikasi rumah sakit. Dengan cara itu, ia tidak perlu menunggu lama di loket pendaftaran. Retta juga pernah menggunakan fitur kartu digital di aplikasi Mobile JKN. Hal itu ia lakukan karena kartu fisik kepesertaannya sudah buram dan sulit dibaca oleh petugas fasilitas kesehatan (faskes).

“Setelah mendaftar secara online, saya langsung diarahkan ke ruang THT untuk pemeriksaan. Semua alurnya jelas dan praktis. Untung ada fitur Kartu Peserta di Mobile JKN. Saya cukup menunjukkan kartu digital lewat aplikasi dan semua administrasi bisa diproses tanpa kendala,” ungkapnya dengan lega.

Tidak hanya dirinya, Retta menceritakan bahwa adiknya juga pernah merasakan manfaat Program JKN. Ketika adiknya mengalami batuk pilek, ia dibawa berobat ke puskesmas. Di sana, pelayanan yang diberikan juga cepat, tanggap, dan tidak berbelit. Bagi Retta, pengalaman ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa Program JKN benar-benar hadir sebagai penopang masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan. Ia merasa terbantu bukan hanya secara finansial, tetapi juga dari sisi kenyamanan dan ketenangan hati.

“Saya melihat sendiri, adik saya juga ditangani dengan baik di FKTP. Jadi bukan hanya saya yang merasakan, keluarga saya pun ikut terbantu. Saya benar-benar bersyukur menjadi peserta JKN. Mulai dari FKTP hingga rumah sakit, pelayanannya bagus. Saya berharap ke depan BPJS Kesehatan bisa menjangkau lebih luas lagi, agar semakin banyak orang yang membutuhkan bisa merasakan manfaat yang sama,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *