Lantai Dua dari Sebuah Mimpi: Ikhtiar Jamaah Daarussalam Mekarsari

PEMERINTAHAN299 BACA

TAMBUN SELATAN – Pagi itu, Kamis 2 Januari 2026, halaman Masjid Jami Daarussalam di Desa Mekarsari, Tambun Selatan, terasa berbeda. Tidak hanya karena cuaca yang cerah, tetapi oleh suasana harap yang menggantung di udara. Di sanalah, sebuah mimpi yang lama dipelihara jamaah akhirnya mulai menemukan wujudnya—peletakan batu pertama pembangunan lantai dua masjid.

Masjid Jami Daarussalam bukan sekadar tempat salat bagi warga sekitar. Ia telah lama menjadi ruang temu, tempat singgah musafir, dan simpul kebersamaan masyarakat Mekarsari. Seiring waktu, jamaah terus bertambah. Pada bulan Ramadan, shalat tarawih kerap meluber hingga ke halaman. Begitu pula saat Idul Fitri dan Idul Adha—sajadah tergelar sampai luar area masjid.

“Kami sangat bersyukur atas pembangunan lantai dua ini,” ujar Ketua DKM Masjid Jami Daarussalam, H. Edi Siswanto, S.Sos., M.Si. “Dengan ruang yang lebih luas, jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.”

Bagi pengurus DKM, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia lahir dari kesadaran akan kebutuhan umat—tentang ruang ibadah yang layak, tenang, dan representatif, seiring dinamika jumlah jamaah yang terus meningkat.

Mimpi yang Disatukan dalam Kepanitiaan

Bagi Iwan Zuhdy, Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan, lantai dua masjid bermula dari sesuatu yang sangat personal: sebuah mimpi.

“Mimpi untuk memberi pelayanan terbaik kepada jamaah,” kata Iwan. Baik mereka yang bermukim di sekitar masjid, maupun para musafir yang singgah dalam perjalanan.

Pelayanan itu, menurutnya, sederhana namun mendasar—menyediakan tempat ibadah yang luas, nyaman, dan pantas sebagai rumah spiritual umat. Mimpi tersebut kemudian disatukan dalam wadah kepanitiaan pembangunan lantai dua masjid. Dengan tekad yang tidak kecil: dalam usia satu tahun, mimpi itu harus mulai diwujudkan.

Tepat setahun kemudian, ikhtiar itu mencapai penanda penting. Peletakan batu pertama digelar, menandai dimulainya pembangunan secara resmi. Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Mekarsari Linda Ekawati, S.E., unsur Babinsa, BPD, tokoh masyarakat, serta alim ulama setempat.

“Kehadiran mereka membakar semangat kami,” ujar Iwan. “Ini bukan lagi mimpi panitia, tapi mimpi bersama.”

Masjid, Ruang Ibadah dan Harapan

Di banyak tempat, masjid bukan hanya bangunan. Ia adalah cermin denyut sosial masyarakatnya. Pembangunan lantai dua Masjid Jami Daarussalam menjadi penanda bahwa kebutuhan spiritual warga Mekarsari terus tumbuh—dan dijawab dengan gotong royong serta keyakinan.

Para pengurus berharap, dengan rampungnya pembangunan nanti, masjid akan semakin ramai oleh jamaah, semakin nyaman bagi ibadah, dan semakin kuat menjadi pusat pembinaan umat.

Sebuah lantai baru tengah dibangun. Namun yang sesungguhnya sedang ditegakkan adalah harapan—bahwa dari ruang ibadah yang lebih lapang, kekhusyukan akan tumbuh, dan kebersamaan akan semakin menguat. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *