Menata Pasar, Mengurai Macet di Depan SGC

EKBIS217 BACA

Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi

Pagi itu, Selasa (20/1/2025), arus kendaraan di sepanjang Jalan Sentra Grosir Cikarang (SGC), Cikarang Utara, tampak tak jauh berbeda dari hari-hari biasanya. Deretan lapak pedagang masih memakan badan jalan, kendaraan melambat, klakson bersahutan. Di tengah situasi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung meninjau pasar tumpah yang selama ini menjadi salah satu biang kemacetan di kawasan tersebut.

Kunjungan itu bukan sekadar inspeksi. Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mencari jalan keluar yang tidak hanya menyelesaikan soal lalu lintas, tetapi juga menjaga keberlangsungan mata pencaharian ratusan pedagang kecil yang menggantungkan hidup di pinggir jalan SGC.

“Kita sudah berdialog dengan masyarakat dan para pedagang,” kata Asep usai peninjauan. Menurut dia, pendekatan persuasif menjadi kunci. Penataan pasar, lanjutnya, tidak akan dilakukan secara tiba-tiba atau represif, melainkan bertahap dan melalui kesepakatan bersama.

Hasil dialog itu mengerucut pada satu keputusan: relokasi pedagang. Mulai Februari, pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan SGC akan dipindahkan ke Jalan Tumaritis—sebuah ruas jalan yang selama ini dikenal warga sebagai “gang buntu”. Jalan tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah dan dinilai cukup representatif untuk menampung aktivitas jual beli.

“Insyaallah penanganannya dilakukan bertahap. Semua pedagang di pinggir jalan akan kita relokasikan ke Jalan Tumaritis,” ujar Asep.

Dengan relokasi itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana mengembalikan fungsi utama jalan di depan SGC sebagai jalur lalu lintas. Tidak ada lagi lapak di badan jalan. Kendaraan besar maupun kecil diharapkan dapat melintas tanpa harus berebut ruang dengan aktivitas pasar.

“Nanti di depan SGC hanya untuk kendaraan. Tidak ada lagi pedagang di badan jalan,” tegas Asep.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 500 lapak pedagang yang akan dipindahkan. Jumlah itu dianggap masih memungkinkan untuk ditampung di lokasi baru. Pemerintah berharap, langkah ini bisa menjadi salah satu solusi konkret untuk mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan awal malam hari.

“Kita tidak memungkiri, kemacetan di sini masih sering terjadi. Ini salah satu upaya untuk menguranginya,” kata Asep.

Namun, relokasi pedagang bukan satu-satunya rencana. Pemerintah daerah juga menyiapkan penataan kawasan secara menyeluruh. Jalan akan dirapikan, saluran air dibenahi, dan lingkungan pasar baru ditata agar lebih nyaman dan aman—baik bagi pedagang maupun pembeli.

“Pasarnya kita pindahkan, jalannya kita rapihkan, saluran airnya kita benahi,” ujar Asep. “Biar pedagang nyaman berjualan, masyarakat juga nyaman berbelanja.”

Bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi, penataan pasar tumpah di depan SGC bukan sekadar proyek penertiban. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang—menjaga denyut ekonomi rakyat kecil sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas di salah satu kawasan tersibuk di Cikarang Utara. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *