Sembilan Pos Kesehatan Siaga, Menjaga Pemudik Tetap Aman di Jalur Bekasi

PEMERINTAHAN337 BACA

Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi

Arus mudik Lebaran selalu membawa cerita panjang tentang perjalanan, harapan, dan kerinduan. Di tengah padatnya kendaraan yang melintas, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: kesehatan para pemudik. Tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi memastikan aspek tersebut tidak terabaikan.

Di Terminal Kalijaya, Desa Kalijaya, suasana siang itu tampak lebih sibuk dari biasanya. Petugas kesehatan bersiaga di sebuah posko yang menjadi salah satu dari sembilan titik layanan kesehatan yang disiapkan untuk mendukung kelancaran mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.

Kepala UPTD PSC 119 sekaligus Koordinator Posko Mudik Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Nalin Hendrik, menyebutkan bahwa penyebaran pos kesehatan dilakukan secara strategis, mencakup jalur tol hingga jalur arteri yang menjadi urat nadi pergerakan pemudik.

“Di jalur tol kami menyiapkan pos kesehatan di Rest Area 19A dan Rest Area 39 untuk arus mudik, kemudian saat arus balik di Rest Area 19B. Sementara di jalur arteri ada di TL Legenda,” ujarnya.

Tak hanya itu, kawasan Pantura yang dikenal sebagai salah satu jalur padat juga menjadi perhatian khusus. Lima pos kesehatan ditempatkan di titik-titik vital seperti Gedung Juang, Terminal Kalijaya, SGC, stasiun kereta api, hingga perbatasan Kedungwaringin.

Total sembilan pos ini bukan sekadar titik singgah, tetapi menjadi garda depan pelayanan kesehatan di tengah perjalanan panjang para pemudik.

Di dalam posko, suasana terasa sigap namun tetap humanis. Petugas medis dengan ramah melayani pemudik yang datang, mulai dari sekadar memeriksa tekanan darah hingga menangani kondisi darurat. Layanan yang diberikan pun cukup lengkap, dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga penanganan awal kecelakaan lalu lintas.

“Jika terjadi kecelakaan, kami lakukan stabilisasi terlebih dahulu sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelas Nalin.

Yang menarik, seluruh pos kesehatan ini terintegrasi melalui sistem PSC 119. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan kondisi darurat dari mana saja, dan petugas terdekat akan segera merespons dengan ambulans yang telah disiagakan.

Di Gedung Juang, pendekatan pelayanan bahkan dibuat lebih terpadu. Berbagai instansi seperti Jasa Raharja, BPBD, hingga pemadam kebakaran bergabung dalam satu pos, menciptakan sistem respons cepat lintas sektor.

“Pelayanan menjadi lebih maksimal karena semua unsur terlibat dalam satu titik,” tambahnya.

Di balik kesiapan itu, ada satu pesan penting yang terus digaungkan kepada masyarakat: mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga bagaimana menjaga diri selama perjalanan.

Dinas Kesehatan mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum berangkat. Pemeriksaan kesehatan, istirahat cukup, serta tidak memaksakan diri saat lelah menjadi kunci utama keselamatan di jalan.

“Kalau merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan beristirahat di rest area atau pos kesehatan yang sudah kami sediakan,” tegas Nalin.

Di tengah hiruk-pikuk mudik, keberadaan pos kesehatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan yang aman bukan hanya tentang kendaraan yang prima, tetapi juga tubuh yang terjaga. Sebab pada akhirnya, tujuan utama mudik adalah berkumpul dengan keluarga—dalam keadaan selamat dan sehat. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *