NUSA TENGGARA TIMUR – Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang diketuai Dwi Kristianto menggelar pelaksanaan program pengabdian masyarakat bertajuk SAMUDRA (Sustainability Action in Management of Waste, Usage of Human Resources Development, Rights, and Awareness Tourism in Komodo Village) di Desa Komodo, Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Unggul Impactful untuk Indonesia yang didukung oleh Diktisaintek Berdampak dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Mengusung pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat, program SAMUDRA tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa dan warga, tetapi juga menggandeng 10 lembaga dan kelompok strategis di Desa Komodo, yaitu Pemerintah Desa Komodo, Kepala Dusun, Lembaga Adat, Ikatan Mahasiswa Pulau Komodo (IMPK), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Desa, SMPN 4 Satap Pulau Komodo, serta PERAAM sebagai mitra lokal.
Kolaborasi ini juga menjadi fondasi penting dalam membangun program yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Program SAMUDRA berfokus pada empat bidang utama, diantaranya yakni lingkungan, pariwisata, pendidikan, dan kolaborasi berkelanjutan.
Melalui empat intervensi utama berupa sosialisasi pintu ke pintu, kelas eco-brick, kelas bahasa Inggris, dan kelas informal sosial, program ini bertujuan mendorong masyarakat Desa Komodo menjadi aktor utama dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Koordinator Lapangan SAMUDRA, Muhammad Nurrizieq, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program.
“Program SAMUDRA merupakan wujud nyata komitmen mahasiswa UI untuk hadir langsung di tengah masyarakat Desa Komodo. Melalui empat intervensi yang kami jalankan, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan pariwisata, sekaligus membuka ruang kolaborasi jangka panjang antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat setempat,” ujar Muhammad Nurrizieq dalam keterangan resminya kepada awak media, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut Nurrizieq menjelaskan bahwa salah satu kegiatan utamanya adalah Door to Door Education yang dilaksanakan pada 8–10 Juni 2026 dengan menyasar 100 kepala keluarga di Desa Komodo. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Pelaksanaan kegiatan melibatkan IMPK, BUMDes, dan Pokdarwis sebagai mitra utama.
Selain memberikan edukasi, menurutnya tim juga melakukan pendataan rumah sasaran program dan membagikan totebag ramah lingkungan serta modul edukasi berbentuk flipbook kepada warga. Sebanyak 100 kepala keluarga menerima edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan terdata sebagai sasaran program. Dari kegiatan tersebut juga mulai terbentuk kebiasaan mengumpulkan sampah plastik untuk bahan eco-brick. Hingga akhir program, lebih dari 1.000 botol plastik berhasil dikumpulkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Mitra lapangan sekaligus Kepala Dusun Desa Komodo, Nusa Tenggara Timur, Muhammad Sidiq menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa UI dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa.
“Program ini bagus untuk membantu sektor kelembagaan dan pemuda dari desa. Kehadiran tim SAMUDRA memberikan dampak positif, terutama dalam membekali generasi muda dengan keterampilan berbahasa Inggris dan pemahaman pengelolaan sampah yang lebih baik. Kami berharap semangat dan ilmu yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa ini dapat terus diteruskan oleh masyarakat Desa Komodo, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkap Muhammad Sidiq.
Dia juga menjelaskan selain edukasi lingkungan, program SAMUDRA juga menyelenggarakan Kelas Bahasa Inggris bagi Komunitas Komodo Youth Guide, Pokdarwis, dan siswa SMKN Restorasi Pulau Komodo.
Kata dia, pelatihan tersebut berlangsung pada 9–13 Juni 2026 dengan membekali peserta melalui kemampuan komunikasi dasar untuk melayani wisatawan internasional, mulai dari memberikan salam, menjelaskan atraksi wisata, memberikan petunjuk arah, hingga menawarkan produk dan jasa lokal.
Di bidang pendidikan lingkungan, dia mengatakan tim juga melaksanakan Kelas Eco-Brick bagi 66 siswa SMPN 4 Satap Pulau Komodo. Melalui pelatihan ini, siswa diajak memahami dampak sampah plastik terhadap lingkungan serta mempraktikkan proses pembuatan eco-brick. Sekitar 50 botol eco-brick berhasil diproduksi dan dimanfaatkan sebagai bagian dari instalasi kreatif, termasuk pembuatan tempat sampah berbasis eco-brick.
Sebagaimana diketahui untuk keberlanjutan program, tim SAMUDRA turut menyediakan satu unit drop box sampah plastik yang dapat digunakan masyarakat sebagai sarana pengumpulan sampah untuk kegiatan eco-brick di masa mendatang. Program kemudian ditutup pada 14 Juni 2026 melalui Kelas Informal Sosial yang melibatkan 66 siswa SMPN 4 Satap Pulau Komodo. Kegiatan ini mengangkat tema perilaku hidup bersih dan sehat, pemahaman batasan tubuh, serta pengelolaan emosi melalui metode permainan dan pembelajaran interaktif.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan berbagai mitra lokal. Program SAMUDRA diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi terbentuknya Desa Komodo yang lebih bersih, berdaya, dan siap mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan. (ris)


























