Heboh! Pegawai Bentangkan Mosi Tak Percaya, Tirta Bhagasasi: Air Tetap Mengalir

KABUPATEN BEKASI – Suasana berbeda tampak di lingkungan Kantor Perumda Tirta Bhagasasi, Senin (21/7/2026). Sejumlah pegawai menyuarakan aspirasi melalui aksi damai dengan membentangkan spanduk berisi mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian. Namun, di tengah dinamika internal yang mengemuka ke ruang publik, manajemen perusahaan memastikan satu hal yang paling penting bagi masyarakat: pelayanan air bersih tetap berjalan normal.

Melalui keterangan resminya, Perumda Tirta Bhagasasi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi peraturan perundang-undangan. Karena itu, perusahaan menghormati langkah yang ditempuh para pegawai selama dilakukan secara bertanggung jawab.

Manajemen memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari kehidupan organisasi yang harus disikapi secara terbuka dan proporsional. Seluruh masukan yang disampaikan pegawai, menurut perusahaan, akan menjadi perhatian untuk dibahas melalui mekanisme komunikasi yang konstruktif sesuai ketentuan yang berlaku.

Di balik riuhnya aksi, aktivitas pelayanan kepada masyarakat disebut tetap berlangsung tanpa hambatan. Loket administrasi tetap melayani pelanggan, sementara distribusi air bersih ke wilayah pelayanan berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap normal dan tidak terdampak oleh kegiatan penyampaian aspirasi,” demikian penegasan manajemen dalam pernyataan resminya.

Perumda Tirta Bhagasasi juga mengajak seluruh pegawai menjaga suasana kerja yang kondusif dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan dialog dalam menyelesaikan setiap perbedaan pandangan. Menurut perusahaan, pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika internal.

Sebagai perusahaan milik daerah yang bertugas menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, Perumda Tirta Bhagasasi menegaskan komitmennya menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), menjunjung prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan pelayanan prima.

Manajemen turut mengimbau seluruh pihak agar menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah itu dinilai penting agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Di tengah sorotan publik terhadap gejolak internal tersebut, satu pesan yang ingin ditegaskan perusahaan tetap sama: keran pelayanan kepada pelanggan tidak boleh berhenti mengalir, sementara ruang dialog tetap dibuka untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *