KABUPATEN KARAWANG – Caleg DPR RI Dr. Anwar Budiman, SH, MH, mengingatkan agar untuk melawan praktik politik uang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024. Bahkan, pakar hukum dan ketenagkerjaan itu mengajak seluruh masyarakat untuk menolak, menghindari, dan melindungi diri dari godaan politik uang dalam kontes Pemilu.
Dr. Anwar Budiman mengatakan Pemilu menjadi momen demokrasi yang dimiliki oleh rakyat. Dalam Pemilu, rakyat memilih dan menentukan masa depan untuk lima tahun ke depan.
Wakil rakyat yang terpilih menjadi representasi dari harapan rakyat terhadap perubahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga negara.
“Bagaimanapun bentuknya politik uang atau serangan fajar dalam Pemilu harus kita lawan, itu mencederai demokrasi di negara kita,” ujarnya pada Selasa (06/02/2024).
Dr. Anwar Budiman menjelaskan, untuk menciptakan iklim Pemilu yang jujur, bersih, dan adil, masyarakat harus cerdas dan berintegritas dalam menentukan wakil rakyatnya duduk di parlemen. Bagaimanapun masyarakat harus diberikan pemahaman agar cerdas dalam memilih dan bukan semata-mata menentukan pilihannya karena iming-iming uang.
“Kita menyadari bahwa demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, suara rakyat adalah suara Tuhan. Saya mengajak semua orang untuk tidak pernah menjual suara rakyat dalam Pemilu 2024,” katanya.
“Namun jika pada akhirnya ada oknum yang memberikan serangan fajar maka cukup terima uangnya tetapi jangan pilih calegnya, karena oknum tersebut sebenarnya telah berbuat curang dan berencana untuk melupakan pemilihnya saat dia duduk,” tegasnya. (**)



















