Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi
Bagi Dafrel (57), kesehatan bukan sekadar kebutuhan—melainkan fondasi yang menopang seluruh aktivitasnya sebagai kepala keluarga. Di rumahnya yang sederhana di Kecamatan Bekasi, ia menceritakan bagaimana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi bagian penting dalam rutinitasnya selama bertahun-tahun terakhir.
Penyakit kolesterol yang telah ia derita lebih dari lima tahun membuat tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Sesekali, rasa berat di badan muncul tanpa permisi, disusul kesemutan di kaki yang membuatnya terpaksa berhenti sejenak dari aktivitas.
“Rasanya sangat mengganggu, apalagi kalau sedang bekerja. Kaki tiba-tiba kesemutan, seperti ditusuk-tusuk,” ujar Dafrel, Senin siang itu.
Namun gangguan itu perlahan mereda sejak ia rutin berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menggunakan kartu JKN. Setiap bulan, ia mendatangi FKTP untuk kontrol kesehatan dan mengambil obat. Tanpa memikirkan biaya. Tanpa rasa khawatir berlebih.
“Tinggal datang, daftar, langsung dapat pelayanan. Sangat membantu sekali,” katanya sambil tersenyum tipis.
Pelayanan yang Menenangkan
Pengalamannya selama berobat di FKTP membuat Dafrel merasa “diurus” dengan baik. Dokter yang menanganinya, ujar Dafrel, selalu menjelaskan kondisi kesehatannya secara mendetail. Ia pun diberi pemahaman tentang pentingnya minum obat secara teratur.
“Kalau harus cek lanjutan, saya juga diarahkan dengan jelas. Tidak pernah membingungkan,” ucapnya.
Kemudahan itu membuatnya tak lagi terbebani saat harus kontrol sebulan sekali. Rasa syukur makin kuat ketika ia menyadari bahwa tanpa JKN, ia mungkin tak mampu menanggung biaya obat dan pemeriksaan jangka panjang.
Kondisi yang Berangsur Membaik
Kesemutan yang dulu kerap menghampiri kini jarang muncul. Jalan kaki lebih panjang terasa lebih ringan, berdiri lama tak lagi menjadi masalah besar. Rutinitas kontrol dan obat yang ia jalani membuahkan hasil.
“Dulu sering sekali kambuh, sampai-sampai mengganggu pekerjaan. Sekarang jauh lebih baik,” ujar Dafrel dengan nada lega.
Ia masih bekerja, dan baginya, kesehatan adalah modal utama untuk terus menghidupi keluarga. Usianya memang tak lagi muda, namun dengan tubuh yang lebih stabil, ia merasa tetap mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Menjamin Kesehatan Satu Keluarga
Tak ingin berjudi dengan kesehatan, Dafrel mendaftarkan seluruh anggota keluarganya sebagai peserta JKN. Ia tidak ingin ada situasi di mana keluarganya membutuhkan pengobatan tetapi terhalang biaya.
“Kalau ada yang sakit, tinggal berobat. Tidak perlu memikirkan biaya dulu. Itu yang membuat hidup saya lebih tenang,” tuturnya.
Bagi Dafrel, jaminan kesehatan adalah kebutuhan dasar, sama pentingnya dengan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Ajakan dari Seorang Penyintas Kolesterol
Dafrel menyadari satu hal: sakit datang tanpa pemberitahuan. Karena itu, ia kerap mengingatkan tetangga atau kerabatnya untuk tidak menunda menjadi peserta JKN.
“Jangan tunggu sakit dulu baru daftar. Kita tidak tahu kapan tubuh butuh perawatan. Kalau sudah jadi peserta, hati lebih tenang,” ujarnya menutup percakapan.
Di usia senjanya, Dafrel tetap melangkah dengan keyakinan yang sama: selama JKN ada, ia merasa tidak berjalan sendiri dalam menjaga kesehatannya. (IB)



















