Rusun Subsidi Siap Dibangun di Meikarta

EKBIS218 BACA

Jakarta,

Di antara hamparan gedung-gedung tinggi Meikarta yang sejak lama menyimpan kontroversi, pemerintah kembali menanamkan janji baru: rumah susun subsidi untuk rakyat. Kali ini, janji itu datang langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang memastikan pembangunan rusun subsidi di kawasan megaproyek Lippo Group tersebut akan dimulai tahun ini.

“Rencana tahun ini sudah akan dimulai rumah susun yang akan dibangun buat rakyat di Meikarta,” ujar Maruarar—akrab disapa Ara—di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Januari 2026. Ia menyebut rencana itu telah dibicarakan langsung dengan bos Lippo Group James Riady, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, hingga Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Ara dalam acara Silaturahmi dan Koordinasi Awal Tahun Ekosistem Perumahan. Di hadapan para pemangku kepentingan sektor perumahan, Ara menegaskan bahwa lahan untuk pembangunan rusun sudah tersedia. Tinggal menunggu eksekusi.

Menurut Ara, Meikarta dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini berada di jantung aktivitas industri dan ekonomi Kabupaten Bekasi, wilayah dengan konsentrasi buruh yang tinggi. “Kalau segi demand-nya di daerah itu, saya pikir luar biasa, paling tinggi dari sektor buruh,” katanya.

Bagi pemerintah, kolaborasi dengan swasta menjadi kunci. Pembangunan rusun subsidi di Meikarta merupakan contoh kerja sama negara dan pengembang besar untuk menjawab krisis hunian di kawasan perkotaan. Ara bahkan meminta jajarannya dan pihak Lippo agar tidak berlama-lama dalam tahap perencanaan.

“Saya berharap jangan lama-lama, segera dibangun. Fokus di situ,” ujarnya, menyebut Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati serta James Riady.

Soal luas lahan, Ara belum merinci. Namun ia menegaskan tanah yang disiapkan cukup besar untuk menampung rusun subsidi. “Saya rasa besar, nanti kita pastikan,” katanya singkat kepada wartawan.

Meikarta bukan satu-satunya proyek. Ara menyebutkan, pembangunan rumah susun tahun ini akan dilakukan secara masif. Pemerintah menargetkan sembilan rusun subsidi dibangun di berbagai daerah, terutama di wilayah perkotaan dengan kebutuhan hunian tinggi.

Sebelumnya, pemerintah memang tengah menggodok aturan dan lokasi rusun subsidi di kota-kota besar. Meikarta muncul sebagai salah satu kandidat utama. Ara bahkan sempat menemui Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk membahas payung hukum pembangunan rusun subsidi di perkotaan—sebuah isu krusial mengingat kompleksitas tata ruang dan status lahan di kota besar.

“Ya, saya sudah minta data dari Perumnas dan pengembang-pengembang swasta, punya lokasi di perkotaan di mana saja,” kata Ara usai pertemuan di Kementerian Hukum, Selasa malam, 13 Januari 2026. Saat ditanya apakah Meikarta termasuk di dalamnya, ia mengangguk. “Salah satunya di Meikarta.”

Bagi Meikarta, proyek rusun subsidi ini bisa menjadi babak baru. Setelah lama dikenal sebagai simbol ambisi besar yang tersendat, kawasan ini kini diproyeksikan menjadi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bagi pemerintah, taruhannya lebih besar: membuktikan bahwa hunian layak di perkotaan bukan sekadar wacana, melainkan benar-benar bisa diwujudkan—bahkan di tengah kota yang dulu dijanjikan sebagai “kota masa depan”. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *