Bukan Kaleng-Kaleng! Kecap Buatan Bekasi Berlayar ke Negeri Kincir Angin

EKBIS162 BACA

TAMBUN UTARA – Siapa sangka kecap buatan UMKM Kabupaten Bekasi kini bisa nongkrong di pasar Eropa. Bukan cuma wacana, sebanyak 20 ton kecap produksi PT Oishii Food Indonesia resmi dilepas untuk diekspor ke Belanda.

Pelepasan ekspor perdana tersebut berlangsung di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (24/08/2026).

Capaian ini menjadi bukti kalau produk UMKM daerah tidak kalah saing dengan produk luar negeri. Dari dapur produksi di Bekasi, kecap lokal kini melangkah menuju Negeri Kincir Angin.

Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Erwan Setiawan, ikut mengapresiasi keberhasilan PT Oishii Food Indonesia menembus pasar Eropa.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan UMKM Jawa Barat punya potensi besar untuk naik kelas dan bersaing di pasar internasional.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus men-support, saling support dan saling membantu untuk membesarkan UMKM-UMKM yang ada di Jawa Barat,” ujar Erwan.

Yang bikin makin menarik, ekspor ke Belanda ini bukanlah satu-satunya capaian PT Oishii Food Indonesia.

Erwan menyebut perusahaan tersebut sebelumnya juga sudah mengirim enam kontainer produk ke Arab Saudi.

“Ini sangat cepat sekali. Tahun 2025 mengikuti pameran KKI, sekarang 2026 sudah bisa ekspor ke Belanda. Sebelumnya juga sudah enam kontainer ke Arab Saudi,” katanya.

Menurut Erwan, keberhasilan tersebut tak lepas dari keberanian UMKM mengikuti berbagai pameran dan kegiatan promosi.

Sebab, dari ajang seperti itulah para pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan calon pembeli alias buyer dari berbagai negara.

Pemprov Jabar pun mengaku siap membantu UMKM yang ingin memperluas pasar ekspor.

Bahkan, komunikasi dengan sejumlah perwakilan negara telah dilakukan untuk membuka peluang pemasaran produk UMKM Jawa Barat, mulai dari Eropa Timur hingga Australia.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bantu untuk mengembangkan ekspor ke belahan dunia lainnya, ke berbagai benua,” tegas Erwan.

Ia menambahkan, kecap yang dikirim ke Belanda sudah memiliki pasar yang jelas. Pasalnya, pengiriman tersebut dilakukan berdasarkan pesanan.

Artinya, ada permintaan nyata terhadap produk Indonesia di luar negeri.

Tak cuma warga lokal Belanda, produk seperti kecap juga berpeluang besar menyasar masyarakat keturunan Indonesia yang tinggal di berbagai negara.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyambut positif capaian tersebut.

Ia menyebut PT Oishii Food Indonesia telah berhasil membuktikan bahwa UMKM bisa naik kelas hingga mampu melakukan ekspor.

“Selamat kepada PT Oishii Food Indonesia yang telah naik kelas dari UMKM. Tentunya ini ekspor yang pertama dan mudah-mudahan diikuti oleh UMKM-UMKM yang lain yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Endin.

Menurutnya, keberhasilan PT Oishii Food Indonesia harus menjadi pemicu bagi UMKM lainnya di Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

Pemkab Bekasi, kata Endin, juga siap memfasilitasi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi selalu terbuka dan siap memfasilitasi adanya UMKM untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Endin menilai keberhasilan ekspor tersebut bukan sekadar soal mengirim produk ke luar negeri.

Lebih dari itu, produk asal Kabupaten Bekasi kini mampu membawa nama daerah hingga ke panggung internasional.

“Ini menjadi salah satu produk yang hari ini menjadi kebanggaan Kabupaten Bekasi, masuk lingkup nasional, sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Ia berharap kesuksesan PT Oishii Food Indonesia dapat menular kepada UMKM lainnya.

Dengan begitu, semakin banyak produk buatan Kabupaten Bekasi yang bisa menembus pasar Eropa dan berbagai negara lainnya.

“Semoga UMKM-UMKM lain yang ada di Kabupaten Bekasi bisa naik kelas dan bisa ekspor barang-barangnya, baik itu ke Eropa maupun ke mancanegara yang lainnya,” pungkasnya. (iB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *