CIKARANG PUSAT – Waduh! Abu vulkanik akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau mulai terpantau menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Bahkan, sebaran abu disebut sudah mencapai Cikarang Pusat.
Kondisi ini membuat warga diminta tidak menganggap remeh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, meminta masyarakat tidak termakan informasi simpang siur dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui sumber resmi.
“Sebaran abu vulkanik sudah sampai ke Cikarang Pusat. Yang terpenting masyarakat tetap tenang tetapi waspada serta mengikuti informasi resmi,” kata Dodi, Minggu (06/09).
JANGAN ASAL HIRUP!
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Jika terhirup, partikel abu dapat mengganggu saluran pernapasan. Mata pun bisa mengalami iritasi.
Dalam kondisi sebaran abu yang cukup tebal, jarak pandang juga bisa terganggu. Aktivitas warga, terutama di luar ruangan, berpotensi ikut terdampak.
Karena itu, BPBD meminta warga di wilayah yang terdampak menggunakan masker N95, KN95, atau minimal masker tiga lapis.
Kacamata pelindung juga dianjurkan untuk mengurangi risiko iritasi mata. Jika konsentrasi abu meningkat, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah.
MOTOR DAN MOBIL JANGAN SEMBARANGAN DIBERSIHKAN!
Nah, ini juga penting. Abu vulkanik yang menempel di kendaraan maupun lingkungan jangan langsung disapu atau dibersihkan dalam kondisi kering.
Kenapa?
Bukannya hilang, abu malah bisa beterbangan dan kembali masuk ke saluran pernapasan.
Warga dianjurkan membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya agar partikel tidak kembali beterbangan.
“Abu yang menempel dibersihkan dengan cara yang aman, jangan sampai justru beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan,” ujar Dodi.
PENGENDARA DIMINTA WASPADA!
Bukan cuma kesehatan yang harus diperhatikan. Pengendara juga diminta ekstra hati-hati.
Abu vulkanik yang menutupi jalan dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu kinerja kendaraan. Bila kondisi jalan dipenuhi abu dan perjalanan tidak mendesak, masyarakat disarankan menunda perjalanan.
BPBD juga mengingatkan warga agar tidak hanya melindungi diri sendiri. Tanaman dan hewan ternak perlu diperhatikan agar tidak terpapar abu vulkanik secara berlebihan.
JANGAN PERCAYA KABAR ASAL!
Di tengah kondisi seperti ini, informasi liar biasanya ikut beterbangan.
BPBD Kabupaten Bekasi meminta masyarakat tidak mudah percaya kabar mengenai aktivitas gunung api maupun sebaran abu yang tidak jelas sumbernya.
Informasi sebaiknya diperoleh dari sumber resmi, termasuk BPBD, PVMBG, dan instansi terkait.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Pantau terus informasi resmi,” tegas Dodi.
Jadi, warga Bekasi khususnya wilayah Cikarang: tenang boleh, panik jangan, tapi waspada wajib! Masker siap, mata dilindungi, kendaraan hati-hati, dan yang paling penting jangan asal percaya kabar yang beredar. (iB)

























