Ketum ASPHRI: Mudik Akan Meningkatkan Motivasi, Kinerja dan Produktivitas Pekerja

PEMERINTAHAN404 BACA

Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

Tradisi mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman. Di balik momen tahunan tersebut, tersimpan makna refleksi, pemulihan energi, hingga penguatan motivasi bagi para pekerja yang merantau.

Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI), Dr. Yosminaldi, SH.,MM menekankan pentingnya memanfaatkan momen mudik dan libur Lebaran secara optimal. Menurutnya, mudik tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan keluarga, tetapi juga kesempatan berharga untuk “refreshing”, setelah berbulan-bulan bekerja.

“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, baik untuk berkumpul dengan keluarga maupun memulihkan kondisi fisik dan mental,” ujar Pakar SDM & Hubungan Industrial tersebut.

Ia menjelaskan, setelah menjalani rutinitas kerja di perantauan, pekerja membutuhkan ruang untuk beristirahat sekaligus menata kembali semangat kerja. Mudik, kata Yosminaldi yang juga Advokat ini, menjadi sarana alami untuk mencapai hal tersebut.
Namun demikian, Master Trainer di PPM Jakarta ini juga mengingatkan agar para pekerja bijak dalam mengelola Tunjangan Hari Raya (THR). Penggunaan dana, menurutnya, perlu direncanakan secara efektif dan efisien agar tidak menimbulkan persoalan keuangan setelah kembali ke tempat kerja.

“Pastikan dana THR tidak habis saat Lebaran saja. Harus ada perencanaan agar setelah kembali ke rantau, kebutuhan hidup tetap bisa terpenuhi,” tegas mantan Praktisi HRD selama 30 tahun ini.

Lebih jauh, ia memandang mudik sebagai momentum kontemplasi. Selain merayakan kebersamaan, pekerja juga diharapkan mampu merenungkan perjalanan hidup dan karier yang telah dijalani, serta menumbuhkan motivasi baru.
“Filosofi mudik bukan hanya soal pulang dan berkumpul, tetapi juga bagaimana seseorang kembali dengan semangat baru, kinerja yang lebih baik, dan produktivitas yang meningkat,” tambah urang awak ini.

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat musim Lebaran, pesan ini menjadi pengingat bahwa mudik tidak hanya berdimensi sosial dan budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keseimbangan hidup dan keberlanjutan produktivitas kerja, tutup Tokoh HRD Nasional ini. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *