Rumah Bunda Mulia Hadirkan Harapan bagi Yatim dan Para Ibu di Kabupaten Bekasi

EKBIS559 BACA

Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

Suasana haru bercampur hangat terasa di lantai 2 gedung LAZ Al Kahfi Peduli Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Puluhan para ibu janda duduk rapi sambil menunggu giliran menerima santunan. Senyum mereka merekah ketika bantuan diserahkan, seolah memberi harapan baru di tengah berbagai keterbatasan hidup.

Kegiatan sosial tersebut digelar oleh Rumah Bunda Mulia (RBM) Kabupaten Bekasi, sebuah komunitas sosial yang baru berdiri pada Desember 2025. Meski masih tergolong baru, RBM Kabupaten Bekasi sudah mulai menapaki langkah nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua RBM Kabupaten Bekasi, Santy Kartika, mengatakan kegiatan santunan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian awal organisasi terhadap masyarakat sekitar.

“RBM Kabupaten Bekasi telah melakukan kegiatan santunan kepada 38 janda di bulan Februari 2026 dan 10 keluarga yatim di bulan Desember 2025 di wilayah Kabupaten Bekasi. Walaupun kami baru berdiri, kami ingin langsung memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Santy.

Menurutnya, saat ini RBM Kabupaten Bekasi masih dalam proses melengkapi legalitas organisasi agar dapat bergerak lebih luas dan terstruktur dalam menjalankan program-program sosialnya.

Ke depan, RBM Kabupaten Bekasi tidak hanya fokus pada kegiatan santunan. Organisasi ini juga menyiapkan sejumlah program pemberdayaan, khususnya bagi para ibu yang harus berjuang sendiri membesarkan anak-anak mereka.

Program tersebut di antaranya berupa konseling, pelatihan keterampilan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi para ibu dan janda. Harapannya, mereka dapat memiliki kemampuan untuk menopang kehidupan keluarga dan memastikan anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan dengan baik.

“Kami ingin para ibu ini memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi sehingga bisa menghidupi anak-anaknya dengan baik, mulai dari yang masih sekolah dasar hingga perguruan tinggi,” kata Santy.

RBM Kabupaten Bekasi menargetkan peluncuran resmi organisasi tersebut pada April 2026. Momentum itu diharapkan menjadi titik awal untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.

Santy berharap pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan di kawasan industri sekitar Bekasi dapat turut memberikan dukungan, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami berharap RBM Kabupaten Bekasi ke depan bisa semakin bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kawasan industri, bantuan melalui program CSR bisa disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Bagi RBM Kabupaten Bekasi, langkah kecil yang dimulai dari santunan sederhana itu menjadi fondasi untuk membangun gerakan sosial yang lebih besar—sebuah upaya menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim dan para ibu yang tengah berjuang mempertahankan masa depan keluarganya. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *