Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, Korban Tewas 6 Orang

HUKUM67 BACA

BEKASI TIMUR — Operasional di Stasiun Bekasi Timur dihentikan sementara menyusul insiden operasional yang berdampak fatal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan stasiun tidak melayani naik-turun penumpang hingga waktu yang belum ditentukan.

Dampaknya, layanan KRL untuk sementara hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi. Penyesuaian perjalanan masih berlangsung seiring proses penanganan di lokasi kejadian.

Data terbaru mencatat 6 penumpang KRL meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya. Sementara itu, 240 penumpang KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Proses evakuasi berlangsung alot karena sejumlah korban ditemukan dalam kondisi hidup dan membutuhkan penanganan ekstra hati-hati. Tim gabungan dari KAI, tenaga medis, dan Basarnas diterjunkan untuk mempercepat penyelamatan.

KAI menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal melalui skema asuransi dan perusahaan. Posko informasi juga dibuka di area stasiun untuk membantu keluarga korban mencari data penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf sekaligus duka cita atas insiden tersebut.

“Fokus kami saat ini adalah penanganan korban dan memastikan layanan kembali normal secepat mungkin,” ujarnya.

KAI menyatakan masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan operasional. Informasi lanjutan akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *