Perumda Tirta Bhagasasi Dukung Literasi Digital dan Promosi Wisata Lokal

EKBIS2,127 BACA

KABUPATEN BEKASI – Dalam rangka mendukung pengembangan desa wisata dan memperkuat kapasitas promosi digital sektor pariwisata lokal, Universitas Paramadina melalui Program Pengabdian Masyarakat Magister Ilmu Komunikasi Korporat menggelar kegiatan Seminar dan Workshop Digital Marketing di destinasi Wisata Kampoeng Kita, yang berlokasi di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Mengusung tema “Optimalisasi Promosi Kepariwisataan Melalui Digitalisasi”, kegiatan ini menjadi wujud nyata dari penerapan kolaborasi lintas sektor atau model pentahelix, yang melibatkan unsur:

  • Akademisi: Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Kampus Cikarang Universitas Paramadina sebagai inisiator dan penyelenggara kegiatan.
  • Bisnis: Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal serta dukungan sponsor dari sektor swasta.
  • Community (Komunitas): Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), Karang Taruna, serta Paguyuban Abang Mpok Kabupaten Bekasi.
  • Government (Pemerintah): Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Disbudpora Kabupaten Bekasi, Pemerintah Desa Kertarahayu, dan Perumda Tirta Bhagasasi.
  • Media: Radar Bekasi, akun media lokal @infohitssetubekasi, serta portal informasi resmi tirtabhagasasi.co.id.

Hadir sebagai narasumber inspiratif yang membagikan wawasan praktis dan aplikatif dalam dunia pemasaran digital:

  • Hj. Mien Aminah, S.IP., M.Si. (Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi)
  • Akhmad Wahidin (Praktisi Marketing dan Konsultan Digital Branding)
  • Ipul Soedibjoe (Content Creator dan pelaku kreatif digital)

Sebagai bagian dari kegiatan, Paguyuban Abang Mpok Kabupaten Bekasi, yang diwakili oleh Abang Rama dan Mpok Sera, turut meluncurkan program berbasis web bernama “KERTAWISATA” — sebuah Peta Wisata Desa Kertarahayu. Peta ini disusun sebagai panduan visual destinasi dan potensi wisata lokal, yang diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Peluncuran ini juga menandai komitmen kolaboratif dalam mendukung Desa Kertarahayu sebagai rintisan desa wisata edukatif dan partisipatif di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kepala Desa Kertarahayu, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi:

“Kami menyambut baik dan bangga Desa Kertarahayu menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada masyarakat desa. Kegiatan ini tidak hanya membuka wawasan warga mengenai pentingnya promosi digital, tapi juga mendorong semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui potensi wisata yang dimiliki.”

Perumda Tirta Bhagasasi Dukung Literasi Digital dan Promosi Wisata Lokal

Sebagai perusahaan daerah yang tidak hanya berkomitmen pada pelayanan air bersih, Perumda Tirta Bhagasasi turut serta mendukung kegiatan ini sebagai sponsor dan mitra strategis dalam pengembangan masyarakat. Dukungan ini merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan pemberdayaan komunitas.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan semangat kami dalam mendorong kemajuan daerah secara inklusif. Literasi digital, promosi wisata, dan keterlibatan generasi muda menjadi elemen penting dalam membangun masa depan Kabupaten Bekasi yang lebih berdaya,” ujar perwakilan Perumda Tirta Bhagasasi.

Partisipasi Tirta Bhagasasi memperkuat peran sektor layanan publik dalam mendukung pembangunan sosial berbasis komunitas dan kolaborasi. Dengan keterlibatan aktif dalam forum seperti ini, Perumda Tirta Bhagasasi berharap semakin banyak sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dinilai sangat strategis dalam menjawab tantangan promosi destinasi wisata lokal di era digital. Pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan literasi digital menjadi kunci utama untuk mendorong keberlanjutan sektor pariwisata desa. Melalui kerja sama yang sinergis antar unsur pentahelix, Desa Kertarahayu menunjukkan langkah maju dalam menyiapkan ekosistem wisata yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *