KABUPATEN BEKASI – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi, BPJS Kesehatan Cabang Cikarang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) membahas pelayanan penyakit tuberculosis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu (19/10) di Cikarang Utara tersebut juga merupakan bentuk kolaborasi dan kerjasama antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan pihak FKTP dan FKRTL yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Diana Fadhilah Bukhari mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Program JKN dalam hal penanganan penyakit tuberculosis di Kabupaten Bekasi. Selain itu menurut Diana kegiatan hari ini juga bertujuan untuk mencapai kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait pengoptimalan alur pelayanan penyakit tuberculosis bagi peserta JKN.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN khususnya di Kabupaten Bekasi dalam hal penanganan penyakit tuberculosis. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait pengoptimalan alur pelayanan penyakit tuberculosis bagi peserta JKN. Saya berharap melalui FGD pada hari ini kita dapat menemukan langkah terbaik dalam mencapai tujuan kita bersama,” tegas Diana.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh mengatakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya penanganan sakit tuberculosis dibutuhkan peran seluruh pemangku kepentingan. Masrikoh berharap kedepannya pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada pasien tuberculosis dapat meningkat lebih baik lagi dan kasus tuberculosis di Kabupaten Bekasi dapat mengalami penurunan.
“Saya mengapresiasi BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan kegiatan FGD pada hari ini karena untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya penanganan sakit tuberculosis dibutuhkan peran seluruh pemangku kepentingan. Kedepannya BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan harus bersama-sama mendorong klinik-klinik swasta untuk dapat turut berpartisipasi dalam mengatasi penyakit tuberculosis ini bukan hanya sebatas perjanjian saja tetapi harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” tutur Masrikoh. (**)



















