oleh

Dr. Yosminaldi, SH,MM, Tokoh HRD Nasional yang Lama Mengabdi di Dunia Industri Kabupaten Bekasi

-BIOGRAFI-615 BACA

Nama Dr. Yosminaldi, SH,MM sudah tak asing lagi di dunia industri dan ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi. Karirnya sebagai Praktisi HRD sudah digeluti selama lebih dari 30 tahun di sejumlah perusahaan nasional dan multinasional. Saat ini Pria asli Urang Awak Tanah Minangkabau ini juga menjadi Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (ASPHRI) yang beranggotakan lebih dari 1.100 Praktisi HRD di seluruh Indonesia. Bagaimana tanggapan beliau sebagai mantan Praktisi Senior HRD terkait dengan peran, fungsi, tantangan dan masa depan dunia ketenagakerjaan di Indonesia? Yuk kita simak hasil wawancaranya berikut ini :

  1. Mulai kapan Anda mengawali karir di dunia HRD?

Jawab : Saya mulai bekerja sebagai Junior Staff HRD di sebuah anak perusahaan Bimantara Group pada tahun 1990. Setelah 5 tahun berkarir di Group Bimantara, saya bergabung di PT. Voksel Electric sekitar 3 tahunan. Lanjut sebagai HR & GA Manager di sebuah Perusahaan Asing (PT. Britindo) yang bergerak di bidang industri Garment. Pada 2002 sd 2005 bergabung di PT. FIN Logistics. Pada 2023, saya ditawarkan jabatan sebagai GM HRD di sebuah Perusahaan Security Asing (PT. Shields Indonesia) dengan jumlah total karyawan 3500 orang. Terakhir, sejak 2005 sd 2020 (pensiun) menjadi Senior HR Manager di PT. East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang Kab. Bekasi yang bergerak dibidang pengelola kawasan industri. Genap 30 tahun masa karir kerja saya di bidang HRD.

  1. Menurut anda, apa yang menjadi daya Tarik berkarir di HRD?

Jawab : HRD adalah bidang kerja unik, dinamis dan penuh tantangan. Hal ini dikarenakan kita dituntut untuk mampu berkomunikasi, beradaptasi dan berempati terhadap permasalahan karyawan. Selain itu, sebagai perwakilan dari Manajemen Perusahaan, tugas Pejabat HRD harus mampu meyakinkan dan menjelaskan kepada seluruh karyawan, terkait aturan, ketentuan, kebijakan, visi dan misi, budaya dan nilai-nilai, strategi dan program kerja perusahaan untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

  1. Tantangan apa yang anda hadapi selama menjadi HRD?

Jawab : Tentu saja tantangan utamanya pada implementasi di lapangan. Tak semua karyawan bisa menjalankan dan mematuhi semua yang diinginkan Manajemen Perusahaan.  Disitulah kita tertantang untuk mensinergikan harapan-harapan Manajemen Perusahaan dengan aspirasi yang berkembang dari segenap karyawan, agar tercapai kolaborasi dan sinergi yang saling menguntungkan antara manajemen dan karyawan. Pejabat atau Praktisi HRD dituntut untuk mampu Berimprovisasi dan berkoordinasi sebagai “Mediator” kepentingan pengusaha dengan tuntutan-tuntutan karyawan yang terkadang belum tentu bisa dikabulkan oleh Manajemen Perusahaan.

  1. Permasalahan seperti apa yang biasa dihadapi HRD?

Jawab : Tugas dan pekerjaan orang HRD itu sangat dinamis. Setiap hari selalu saja ada permasalahan ketenagakerjaan dan hubungan industrial bergulir secara “unpredictable”. Apalagi yang diurus terkait dengan motivasi, kinerja, produktivitas dan engagement karyawan. Setiap karyawan memiliki masalahnya sendiri-sendiri dengan pekerjaannya. Maka dari itu, Peran Praktisi HRD harus selalu melakukan pemantauan rutin dan koordinasi dengan setiap “Leader” atau Manajer departemen terkait. Karena “day to day operation” itu berada di bawah koordinasi masing-masing Manajer. Para Manajer departemen dituntut untuk juga memahami dan menguasai ketrampilan komunikasi, meningkatkan kerjasama tim, memiliki empati terhadap permasalahan karyawan, memberikan keteladanan dan kedisiplinan serta memiliki kemampuan “leadership” yang mumpuni. Manajer tidak hanya harus menguasai “technical skill”, tapi juga “soft skill” sebagai bagian paling penting dalam meraih target dan tujuan organisasi.

  1. Apa Pengalaman paling menarik selama di dunia HRD?

Jawab : Pengalaman paling menarik selama berkecimpung di HRD adalah ketika mengurus proses penyelesaian PHK seorang Senior Manager sampai tahap kasasi. Si karyawan menggugat perusahaan dari sisi Perdata (PN) dan ketenagakerjaan (PHI). Sebagai perwakilan Manajemen, kita ikut terlibat langsung dalam proses litigasi tsb. Namun ujung-ujungnya si karyawan akhirnya mau proses damai sebagaimana ditawarkan diawal oleh perusahaan. Kalau saja di karyawan mau menerima tawaran pesangon atau bernegosiasi, tentu kasus PHK bisa diselesaikan dengan baik. Namun, dikarenakan si karyawan ngotot proses ke PN dam PHI, tentu manajemen perusahaan mengikutinya. Walhasil si karyawan sudah banyak keluar biaya bayar pengacara dan biaya lain, waktu dan energi, akhirnya balik menerima tawaran awal perusahaan. Ujungnya di karyawan hanya menerima 25% dari pesangon yang diterima.  Dari pengalaman ini bisa ditarik kesimpulan, upaya damai bipartit yang “win-win” jauh lebih menguntungkan kedua pihak dibanding proses litigasi yang banyak menghabiskan biaya, waktu dan energi serta berujung kepada “win-lose” untuk masing-masing pihak yang bersengketa.

  1. Bicara masa depan, tantangan seperti apa yang akan dihadapi dunia HRD?

Jawab : Tantangan HRD kedepan adalah, bagaimana bisa memberikan solusi dan alternatif terbaik kepada Manajemen Perusahaan terkait dengan peningkatan kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Prinsipnya, perusahaan tetap untung, karyawan lebih sejahtera. Praktisi HRD harus mampu menjadi pencari solusi, bukan pembuat masalah atau “trouble maker”. Kesejahteraan yang baik, secara otomatis akan meningkatkan motivasi, kinerja dan produktivitas, asal dibarengi dengan konsistensi dalam penegakkan aturan.

  1. Tantangan terberat selama menjadi HRD?

Jawab : Bagaimana agar opsi atau alternatif solusi yang disampaikan kepada manajemen dan Karyawan/SP bisa mereka terima sebagaimana mestinya. Kontekstualisasi & rasionalisasi permasalahan yang muncul, harus benar dipahami dan dimengerti oleh setiap karyawan.

  1. Apa yang ingin disampaikan kepada generasi HRD saat ini?

 Jawab : Sebagai Praktisi HRD harus memiliki wawasan dan pengetahuan luas dalam berbagai hal, khususnya bidang hukum ketenagakerjaan dan psikologi industri. Sebuah keniscayaan seorang Praktisi HRD harus menguasai aturan ketenagakerjaan dan memahami dasar-dasar psikologi terkait dengan “human relations”.

  1. Menurut Anda, ada tidak pekerjaan rumah atau PR yang belum diselesaikan sebagai seorang HRD?

Jawab : PR paling penting seorang Praktisi HRD adalah menjaga ritme motivasi, kinerja dan produktivitas karyawan sesuai harapan perusahaan. Jika motivasi, kinerja dan produktivitas karyawan turun, tentu akan berdampak langsung kepada profitabilitas perusahaan yang bisa berujung kepada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

  1. Ada harapan kedepan yang ingin Anda sampaikan untuk dunia HRD?

Jawab : Manajemen Perusahaan banyak yang belum memahami peran, tugas & fungsi HRD sebagai katalisator dan “jantung” organisasi dalam mengatur dan mengelola SDM ssbagaimana diharapkan. Bagian HRD masih dianggap sebagai Departemen kelas 2 yang hanya menjadi beban biaya perusahaan. Padahal aset SDM adalah modal paling penting perusahaan untuk menyusun perencanaan, strategi, visi-misi, nilai2 dan budaya serta impelementasinya sebagaimana diharapkan bersama.

 

Profil Dr. Yosminaldi, SH, MM “Si Anak Minang Tulen”

Dr. Yosminaldi, SH, MM lahir tanggal 16 Januari 1965 di Padang – Sumatera Barat. Pria yang hobi jogging, Golf & Reading ini telah menikah dan memiliki dua putri dan satu cucu. Kegemaran membaca sudah dimulai sejak berusia 6 tahun (kelas 1 SD), dimana semua koran, majalah dan komik dilahapnya setiap hari.

Di usia remaja, minat besarnya mempelajari politik makin mencuat. Kegemaran membaca buku-buku politik, dibarengi dengan melahap buku filsafat dan hukum. Walhasil beliau mengambil S1 Jurusan Hukum Tata Negara di Universitas Andalas Padang pada 1983.

Tak puas dengan gelar S1, Anak Minang Tulen yang cukup vokal dan kritis ini melanjutkan studi S2 Bidang MSDM di Univ Mercu Buana Jakarta pada tahun 2013 dan tahun 2017 dilanjutkan mendalami Bidang MSDM dengan mengikuti program doktoral (S3) di Universitas Negeri Jakarta.

Sejak 2020, Yosminaldi telah memasuki masa pensiun setelah mengabdi sebagai Praktisi HRD selama 30 tahun. Di usia pensiun, Pakar dan Praktisi Handal MSDM yang juga Wakil Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri (FKLPI) Pusat dibawah koordinasi Kemnaker RI ini mengisi waktu sebagai dosen di beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (Universitas Bhayangkara Jaya, Polteknaker Kemnaker RI, Sekolah Tinggi PPM Jakarta dan Universitas Pertiwi Bekasi).

Selain itu, beliau juga menjadi Staff Khusus di sebuah Partai Politik terkemuka di Jakarta.

Jabatan sebagai Ketua Umum Asosiasi Human Resouce Indonesia (ASPHRI) sudah diemban beliau sejak 2011 sampai dengan saat ini. ASPHRI sering diundang untuk kolaborasi dan sinergi dengan Kemenaker RI, Bappenas dan banyak PTS/PTN seluruh Indonesia.

Yos (nama panggilan populer) mengawali karirnya di dunia HRD dengan menjabat sebagai Junior Staff HRD disebuah anak perusahaan Bimantara Group pada tahun 1990. Dia berkarir selama lima tahun pada perusahaan yang bergerak dibidang jasa survey kualitas dan kuantitas tersebut.

Setelah itu, pria yang biasa disapa Bang Yos ini bergabung di PT. Voksel Electric sekitar 3 tahunan. Tak puas dengan tantangan kerja yang ada, beliau ditawari menjadi HR & GA Manager di sebuah Perusahaan Asing PT. Britindo yang bergerak di bidang industri Garment di Bekasi.

Dikarenakan situasi bisnis perusahaan yang mulai tak memperlihatkan kemajuan, pada tahun 2002 sampai 2005 Bang Yos bergabung di PT. Fajar Instan Nusantara (FIN) Logistics Jakarta.

PT FIN Logistics merupakan perusahaan besar yang telah lama bergerak dibidang pengiriman dan penerimaan barang baik dari dalam negeri atau luar negeri (logistics and freight forwarding company).

“Pada 2023, saya ditawarkan jabatan sebagai GM HRD di sebuah Perusahaan Security Asing (PT. Shields Indonesia) yang saat itu merupakan 3 besar perusahaan security nasional, dengan jumlah total karyawan 3500 orang,” kenangnya.

Terakhir, sejak tahun 2005 sampai 2020 (pensiun) menjadi Senior HR Manager di PT. East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang Kab. Bekasi yang bergerak dibidang pengelola kawasan industri.

“Genap 30 tahun masa karir kerja saya di bidang HRD,” tambahnya.

Bang Yos merasa puas dengan perjalanan dan dinamika berkecimpung di bidang HRD selama setengah dari usianya. Bergaul dan berkomunikasi dengan beragam karakter, membuat kita makin matang, dewasa dan bijak, imbuh penyuka Makanan Padang ini. (**)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed