KABUPATEN BEKASI – Tri Puji Sumandar Raharjo seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit (RS) di Daerah Sukatani, Kabupaten Bekasi. Ia didiagnosis menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dan tengah mendapatkan perawatan selama empat hari. Selama dirawat, pria yang akrab disapa Sumandar tersebut didampingi oleh istrinya yang selalu setia menemani di rumah sakit.
Selain itu, istrinya juga menjelaskan bahwa hak pelayanan rawat inap yang didapatkan oleh suaminya sudah sesuai dengan kelas yang terdaftar dengan BPJS Kesehatan yang dimilikinya. Sebelumnya, sang istri juga pernah menjalani pengobatan rawat jalan beberapa bulan lalu. Istri Sumandar menceritakan bagaimana proses pengobatan yang dia lalui begitu mudah dan cepat meskipun dia harus berulang kali mengunjungi RS untuk menuntaskan pengobatannya.
“Semula suami saya dibawa ke IGD karena panasnya yang begitu tinggi disertai kulitnya merah meruam. Setelah dokter meminta untuk dirawat inap, alhamdulillah langsung dapat kamar rawat inap tanpa harus menunggu lama. Kategori dan fasilitas kamarnya juga sebanding dengan kelas BPJS Kesehatan saya dan fasilitasnya lengkap. Sebelumnya saya juga pernah menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit ini beberapa bulan yang lalu dan itu prosesnya sangat cepat walaupun saya harus kontrol berobat mengharuskan beberapa kali balik kesini demi kesembuhan saya,” ujar istri Sumandar.
Sumandar dan istrinya sangat beruntung menggunakan Program JKN dalam berobat. Istrinya menuturkan saat berobat tidak perlu harus berangkat paling pagi untuk mengambil nomor antrean ke poli seperti dahulu karena sudah ada aplikasi Mobile JKN dan fitur Antrean Online yang memudahkan peserta dalam mengambil nomor antrean dalam berobat. Dia menceritakan bagaimana dia berobat cukup mengambil nomor antrean dari rumah dan baru mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) saat akan berobat saja. Hal itu sangat memangkas waktu untuk mengujungi FKTP/FKRTL karena tidak perlu antre lebih lama.
“Saya sekeluarga sangat beruntung sakali menggunakan BPJS Kesehatan dalam berobat. Sejak adanya fitur Antrean Online di aplikasi Mobile JKN, saya tidak perlu datang pagi-pagi ke rumah sakit hanya untuk mengambil nomor antrean saja seperti dahulu. Sekarang kalau berobat saya dan keluarga jika tidak dalam keadaan darurat cukup ambil dari rumah saja dan baru datang ke fasilitas kesehatan sesuai waktu di nomor antrean online,” tutur pasangan yang tinggal di Daerah Sukatani tersebut.
Sumandar sendiri yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan, merasa sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Ia menuturkan bahwa selama menjalani perawatan, dirinya tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun. Keluarga Sumandar berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan layanannya agar lebih banyak lagi masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya. Sang istri juga mengungkapkan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan kini sudah sangat baik dan selalu makin baik ke depannya sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu. Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh seluruh tenaga medis di rumah sakit juga sangat memuaskan.
“Semua biaya pengobatan benar-benar ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tidak ada biaya tambahan sama sekali. Dengan pengalaman yang kami rasakan, sangat terbantu dan berharap ke depannya pelayanan ini selalu baik. Kami merasa benar-benar dilayani dengan baik oleh para tenaga medis di sini. Hal ini membuat mereka semakin yakin bahwa BPJS Kesehatan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tanpa harus terbebani dengan biaya yang mahal. Layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses memang menjadi harapan banyak masyarakat,” pungkas Sumandar.



















