ISLAM DAN KESEHATAN : Menjaga Tubuh Sebagai Amanah dari Allah

Oleh : Ustd. Nuryasin, Lc*

Menjadikan Nikmat Sehat sebagai Jalan Meraih Ridha Allah

Setelah Hari Raya Idul Adha berlalu, umat Islam disibukkan dengan berbagai rangkaian ibadah yang penuh makna. Dimulai dari lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema, dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Id, penyembelihan hewan kurban, hingga aktivitas sosial berupa pembagian daging kurban kepada masyarakat.

Semua rangkaian tersebut mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Namun di tengah kebahagiaan menikmati hidangan kurban, umat Islam juga diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan kesehatan tubuh.

Islam adalah agama yang sempurna. Tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT melalui ibadah, tetapi juga mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, pola makan, kebersihan, dan gaya hidup. Seorang muslim tidak hanya dituntut menjaga keimanan dan kualitas ibadahnya, tetapi juga menjaga kesehatan jasmani sebagai amanah yang telah Allah titipkan.

Tubuh yang sehat merupakan sarana penting untuk melaksanakan berbagai bentuk ketaatan. Dengan tubuh yang kuat, seorang muslim dapat menjalankan shalat dengan khusyuk, berpuasa, menunaikan ibadah haji dan umrah, menuntut ilmu, bekerja mencari nafkah yang halal, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

Ayat ini menjadi salah satu landasan bahwa seorang muslim wajib menjaga diri dari segala hal yang dapat merusak kesehatan dan keselamatannya. Menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan duniawi, melainkan bagian dari tanggung jawab seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kesehatan, Nikmat yang Sering Terlupakan

Sering kali manusia baru menyadari betapa berharganya kesehatan ketika nikmat tersebut mulai berkurang atau bahkan hilang. Padahal, selama sehat, banyak kesempatan terbuka untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Al-Bukhari)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa kesehatan dan waktu merupakan dua karunia besar yang kerap tidak dimanfaatkan secara optimal. Banyak orang baru menyesal ketika sakit datang atau ketika usia tidak lagi muda.

Para ulama menjelaskan bahwa mensyukuri nikmat sehat tidak cukup hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah. Syukur yang hakiki diwujudkan dengan menjaga kesehatan, menghindari hal-hal yang membahayakan tubuh, serta menggunakan kesehatan tersebut untuk beribadah dan melakukan amal saleh.

Menjaga Kebugaran sebagai Bagian dari Ibadah

Menjaga kebugaran dapat dilakukan melalui pola makan yang seimbang, olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, serta menghindari kebiasaan yang merusak kesehatan. Setelah Idul Adha, ketika konsumsi makanan berbahan daging biasanya meningkat, penting bagi setiap muslim untuk tetap memperhatikan pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar dan produktif.

Kesehatan yang terjaga akan membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat.

Penutup

Momentum Idul Adha hendaknya tidak hanya memperkuat ketakwaan dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT. Nikmat sehat adalah karunia yang sangat berharga dan harus disyukuri dengan cara merawatnya serta memanfaatkannya untuk kebaikan.

Marilah kita bersama-sama menjaga kesehatan dan kebugaran, memperkuat jasmani dan rohani, agar dapat terus beribadah, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, serta keridaan-Nya kepada kita semua, baik di dunia maupun di akhirat.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

*Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *