Desy Jadikan Program JKN-KIS Sebagai Kebutuhan Utamanya

ADVERTORIAL1,405 BACA

CIKARANG PUSAT – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah hadir di tengah masyarakat sejak 2014 lalu tidak dapat dipungkiri telah memberikan begitu banyak manfaat bagi pesertanya. Salah seorang yang telah merasakan begitu banyak manfaat dari Program JKN-KIS adalah Desy Agustina (28).

Sebagai ibu rumah tangga, ia sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah berkomitmen menyelenggarakan Program JKN-KIS dengan sebaik-baiknya. Dengan manfaat yang ia rasakan saat menjalani proses persalinan, ia tidak menemukan adanya kendala yang berarti dan bahkan ia mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari FKTP tempat ia terdaftar hingga di rumah sakit.

“Pada tahun 2016 saya sudah menggunakan untuk operasi Caesar anak kedua saya, awal bulan lalu kembali saya gunakan untuk operasi Caesar anak ketiga saya. Dari awal kontrol kandungan di FKTP hingga saat operasi di rumah sakit, alhamdulillah saya tidak mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan peserta umum, baik pelayanan maupun sikap yang baik selalu ditunjukkan oleh tenaga kesehatan yang merawat saya,” ujar desy mengawali perbincangan dengan tim Jamkesnews (12/02).

Desy mengatakan bahwa ia terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS sejak tahun 2014. Sejak awal terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS telah tertanam di benak desi bahwa menjadi peserta Program JKN-KIS adalah sebuah kewajiban dalam hidupnya. Tak terbayangkan di dalam pikirannya berapa biaya yang harus ia keluarkan untuk biaya persalinan melalui operasi caesar jika tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Dulu saya terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1, pada tahun 2019 suami bekerja di sebuah perusahaan dan kepesertaan JKN-KIS saya juga berubah menjadi peserta PPU Badan Usaha. Saya gak merasa keberatan jika gaji suami dipotong untuk iuran bulanannya. Saya tidak pernah kebayang berapa uang yang harus saya bayar untuk biaya persalinan melalui operasi caesar jika saya tidak terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS,” kata ibu dengan 3 orang anak ini.

Di akhir perbincangan dengan tim Jamkesnews ia mengungkapkan harapannya untuk BPJS Kesehatan dalam mengelola Program JKN-KIS agar dapat terus meningkatkan pelayanan yang sudah baik saat ini. Desy berharap agar BPJS Kesehatan dapat terus konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pesertanya dan semoga seluruh penduduk Indonesia dapat mendaftarkan diri ke dalam Program JKN-KIS,” tutupnya. (rls/IB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *