Lantunan Ayat Suci Menggema di Cikarang Pusat: MTQH ke-57 Jadi Wadah Menumbuhkan Generasi Qurani

PEMERINTAHAN345 BACA

CIKARANG PUSAT – Suasana pagi di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, tampak berbeda pada Senin (17/11/2025). Ribuan peserta dan tamu undangan memenuhi area komplek perkantoran Pemkab Bekasi. Dari kejauhan, deretan kafilah dari 23 kecamatan tampak melangkah anggun dalam pawai ta’aruf, membawa identitas wilayah masing-masing dengan balutan busana khas dan senyum penuh semangat. Mereka bergerak dari Tugu Golok menuju lokasi pembukaan MTQH ke-57 Kabupaten Bekasi—sebuah tradisi yang setiap tahun dinantikan masyarakat muslim di daerah ini.

Di atas panggung utama, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menyambut para peserta. Dengan suara tegas namun hangat, ia menandai pembukaan kegiatan dengan lantunan basmalah. Tepuk tangan menggema ketika MTQH resmi dimulai, seolah menguatkan harapan akan hadirnya keberkahan bagi Kabupaten Bekasi.

“MTQH bukan sekadar agenda seremonial,” ujar Ade Kuswara saat memberikan sambutan. “Ini momentum memperkokoh nilai religius, etika, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.”

Bagi Bupati, MTQH tidak hanya menampilkan keindahan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang membentuk karakter generasi muda: religius, berakhlak santun, dan peduli lingkungan. Di hadapan para pelajar yang hadir, ia mengajak untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari keseharian.

“Kabupaten Bekasi bukan hanya daerah religius, tetapi juga peduli budaya dan lingkungan. Mulailah dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar,” pesannya.

Isu lingkungan memang menjadi perhatian serius Pemkab Bekasi. Ade Kuswara kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap normalisasi sungai, pengelolaan air, hingga penertiban bangunan liar.

“Kabupaten Bekasi memang tidak memiliki gunung,” ujarnya sambil tersenyum tipis. “Tetapi kita punya laut dan aliran sungai. Jika air kita jaga dan kelola dengan baik, insyaAllah Kabupaten Bekasi mampu bangkit, maju, dan sejahtera.”

Di sisi lain, Asda I yang juga Ketua LTPQH Kabupaten Bekasi, Hudaya, menekankan makna besar dari penyelenggaraan MTQH. Di mata Hudaya, kegiatan ini adalah sebuah ikhtiar membangun generasi Qurani—mereka yang cerdas, berakhlak kuat, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQH bukan hanya lomba membaca atau menghafal,” tegasnya. “Ini adalah jalan memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.”

Tahun ini, MTQH ke-57 mengusung tema besar:
“Melalui MTQH, Kita Wujudkan Masyarakat Kabupaten Bekasi yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera Berlandaskan Al-Qur’an.”

Sebanyak 525 kafilah berpartisipasi dalam sembilan cabang lomba, mulai dari Tilawah, Qiroat, Hafiz, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Kaligrafi, karya tulis ilmiah, hingga hafalan hadits. Mereka adalah putra-putri terbaik dari 23 kecamatan yang telah melalui seleksi panjang.

Di antara peserta, tampak wajah-wajah muda yang penuh harapan. Ada yang menenteng mushaf, ada yang memeluk map berisi karya tulis, ada pula yang sibuk melakukan latihan pernapasan sebelum tampil. Bagi mereka, MTQH bukan hanya kompetisi, tetapi ruang pembentukan diri—menguji ketekunan, kesabaran, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Hudaya pun berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan adab, seperti yang diajarkan dalam kitab suci.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya melahirkan para juara,” ujarnya, “tetapi juga pribadi-pribadi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.”

Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 21 November 2025, MTQH ke-57 Kabupaten Bekasi menjadi lebih dari sekadar lomba tahunan. Ia menjadi cermin tekad masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus menumbuhkan spirit religius sekaligus menguatkan identitas Bekasi sebagai daerah yang bangkit, maju, dan sejahtera—dengan Al-Qur’an sebagai pondasinya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *