KOTA BEKASI – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia memaparkan beberapa bahasan hasil kunjungan kerja Komisi IV ke Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 17-19 Februari 2025.
Salah satu yang menjadi fokusnya yaitu bidang pendidikan dalam aspek penerapan sistem penerimaan siswa baru untuk tingkat SD – SMP Negeri.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia menjelaskan kunjungan kerja kali ini pihaknya lebih mempelajari bagaimana dapat mengadopsi penerapan sistem pendidikan yang ada di Yogyakarta. Kata dia, adapun bahasan penerapan sistem pendidikan di kota tersebut. Pertama bagaimana cara menanggulangi kekurangan tenaga pendidik atau guru, kedua cara meringankan siswa dalam pengambilan ijazah yang terganjal masalah tunggakan administrasi dan ketiga adalah bagaimana cara penerapan sistem penerimaan siswa baru yang hendak masuk sekolah SMP Negeri.
“Jadi kemarin yang kami pelajari lebih ke arah penerapan sistem pendidikan yang ada di sana seperti apa. Salah satunya yaitu bagaimana mereka menerapkan sistem penerimaan siswa baru, misalkan ada siswa mendaftar melalui domisili namun tidak lulus, maka dapat juga mempersilahkan dengan menempuh cara nilai raport dan test ujian, “ujar Adelia
Lanjut kata anggota DPRD yang juga duduk di kursi pimpinan organisasi kepemudaan Kota Bekasi tersebut menurutnya bahwa hal tersebut dapat juga memacu semangat siswa agar serius berjuang meraih sekolah negeri sekaligus upaya mengurangi kecurangan terutama saat proses penerimaan siswa sekolah baru.
“Saya rasa itu bisa menjadi implementasi yang baik, pastinya mereka di sana menggunakan teknik penerimaan double layering jadi bukan hanya menggunakan penerimaan domisili saja. Namun juga ada test test lainnya yang diterapkan Disdik setempat secara menyeluruh, “terangnya.
Ia menegaskan selanjutnya pihaknya, Komisi IV bersama Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan membahas hal tersebut pada rapat evaluasi dan rencana kerja 2025.
Harapannya dengan adanya kunjungan kerja tersebut dapat membawa pembelajaran dari penerapan sistem pendidikan yang ada di Jogja.
“Sehingga kedepan dapat dijadikan role model serta dapat diterapkan di Kota Bekasi, “ tutupnya. (dru)



















