Aplikasi Mobile JKN, Solusi Mudah Dikala Sakit

EKBIS1,249 BACA

KABUPATEN BEKASI – Rissa Deas Putri, seorang perempuan berusia 24 tahun yang telah merasakan langsung manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Sebagai peserta JKN sejak tahun 2007, Rissa mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu dalam pengobatan dirinya dan keluarganya. Meskipun tidak sering digunakan, keluarganya tetap menjadikan Program JKN sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Saya menggunakan JKN karena ingin mempermudah proses pengobatan, tidak hanya untuk saya sendiri tetapi juga untuk keluarga. Walaupun saya jarang berobat tapi bagi saya dan keluarga Program JKN merupakan salah satu pegangan jika sewaktu waktu dilanda sakit yang tidak tahu kapan datangnya. Ditambah dengan situasi perekonomian yang tidak menentu,” ujar Rissa.

Salah satu pengalaman Rissa menggunakan Program JKN adalah saat ia menderita asam lambung akut yang mengharuskannya dirawat sebanyak dua kali. Selain itu, Rissa juga pernah menggunakan Program JKN untuk pengobatan sakit gigi bungsu yang dideritanya. Setelah menjalani beberapa kali pengobatan dan perawatan, dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi.

“Pada saat asam lambung saya kambuh awalnya saya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD), setelah pemeriksaan dokter memutuskan untuk dirawat. Saat melakukan pembayaran, ternyata bisa menggunakan BPJS Kesehatan dan pengurusannya juga dipermudah. Hal serupa pernah saya rasakan sebanyak 2x dirawat di rumah sakit. Kemudian saya juga pernah menjalani operasi gigi bungsu dan perawatan selama beberapa hari di rumah sakit. Dengan kemudahan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan, saya dapat berobat dengan mudah dan tidak mengeluarkan biaya berobat lagi,” kenangnya.

Rissa juga aktif memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah akses layanan kesehatan. Dia sering menggunakan fitur Antrean Online untuk berobat di fasilitas kesehatan (faskes). Dengan adanya fitur tersebut ia merasa sangat terbantu tanpa harus datang ke faskes. Disamping itu wanita yang akrab disapa Ica tersebut juga pernah memanfaatkan fitur Info Lokasi Faskes untu mengetahui dimana Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dia terdaftar dan fitur Perubahan Data Peserta untuk mengubah data kepesertaannya.

“Saya sering menggunakan fitur Antrean Online untuk mendaftar dari rumah tanpa harus datang lebih awal ke faskes. Selain itu, saya juga memanfaatkan fitur Info Lokasi Faskes waktu itu untuk melihat lokasi FKTP saya terdaftar karena sudah lama tidak berobat jadi sudah lupa FKTP terdaftar saya dimana. Selain fitur tersebut, fitur Perubahan Data Peserta juga pernah saya gunakan,” tambahnya.

Sebagai peserta pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Rissa merasa bahwa Program JKN sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan terutama dalam hal biaya. Setelah pengalaman yang ia rasakan sendiri, rissa membayangkan jika ia tidak terdaftar sebagai peserta JKN akan membayar biaya perawatan dengan sangat banyak dan mahal. Namun, ia juga berharap agar BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanannya demi memberikan kemudahan dan aksesibilitas dalam layanan kesehatan bagi masyarakat dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas cakupan penyakit yang ditanggung, BPJS Kesehatan dapat menjadi solusi kesehatan yang lebih inklusif dan efektif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Saya merasa Program JKN sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Luar biasa sekali adanya BPJS Kesehatan, kita tidak akan tahu kapan akan jatuh sakit, dengan adanya Program JKN, tentu membuat kita jadi aman, karena sudah tersedia payung sebelum hujan. Sukses terus untuk BPJS Kesehatan mencapai masyarakat Indonesia yang sehat,” harap Rissa. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *