CIKARANG PUSAT – Sakit maag merupakan rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung yang disebabkan oleh sejumlah kondisi. Sakit maag adalah salah satu penyakit pada sistem pencernaan yang terbilang mudah untuk disembuhkan, akan tetapi juga dapat menjadi parah dan mengganggu pengidapnya untuk beraktivitas normal jika tidak segera ditangani.
Penyakit inilah yang kini tengah dialami Muzdalifah (20), seorang mahasiswi yang berasal dari Cikarang. Ia mengatakan maag menjadi salah satu hal yang menganggu rutinitas dirinya sebagai mahasiswi.
“Maag menjadi penyakit yang sangat menggangu rutinitas saya sebagai mahasiswi, pernah kambuh ketika kegiatan perkuliahan sedang berlangsung. Saya terpaksa ijin meninggalkan perkuliahan untuk berobat ke klinik, beruntung saya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Di klinik saya mendapatkan pelayanan yang baik dari perawat dan dokter disana, mereka ramah kepada semua orang yang berobat tidak membeda-bedakan antara peserta JKN-KIS dan peserta umum. Yang lebih penting selama berobat saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun,” jelasnya kepada tim Jamkesnews, Selasa (28/09).
Muzdalifah dan keluarga telah terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3. Gadis ini mengakui bahwa dengan memiliki jaminan kesehatan sangat membantu sekali dirinya dan anggota keluarganya ketika ingin mengakses pelayanan kesehatan. Muzdalifah juga mengatakan selama terdaftar sebagai peserta JKN-KIS ia baru menggunakannya untuk mengobati sakit maag saja.
“Saya beserta keluarga telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang berbayar iuran pribadi, kami mengambil kelas 3 untuk kelas perawatan. Dengan memiliki jaminan kesehatan seperti JKN-KIS ini sangat terasa sekali manfaatnya, saya beserta keluarga merasa terbantu ketika ingin mengakses pelayanan kesehatan. Selama ini saya baru memanfaatkan kartu JKN-KIS saya untuk berobat ketika penyakit maag saya kambuh. Oleh karena itu kartu JKN-KIS selalu saya bawa di dalam dompet saya untuk berjaga-jaga ketika akan digunakan, namun tak lupa saya juga telah mengunduh aplikasi Mobile JKN,” ungkapnya.
Di akhir perbincangan, Muzdalifah menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai pengelola Program JKN-KIS. Ia juga menyampaikan harapan agar kedepannya seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dapat segera mendaftarkan diri beserta keluarganya. Muzdalifah mengatakan selama ini ia selalu mengajak teman-teman di kampus untuk menjadi peserta JKN-KIS, karena begitu banyak manfaat yang diperoleh dengan menjadi peserta JKN-KIS. (rls/IB)



















