Hartono Akui Kemudahan Program JKN-KIS

ADVERTORIAL1,564 BACA

CIKARANG PUSAT – Sebagai salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Hartono (30) mengakui mudahnya program yang dapat membantu peserta untuk mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis. Saat ditemui oleh tim jamkesnews, Hartono bercerita bahwa dirinya termasuk peserta yang sering memanfaatkan jaminan kesehatan terutama saat ia merantau ke Cikarang untuk bekerja.

“Saya termasuk peserta yang sering memanfaatkan fasilitas dari BPJS Kesehatan. Terakhir dua bulan lalu saya menggunakan kartu JKN-KIS untuk pengobatan batuk dan pilek saya. Alhamdulillah kata dokter tidak apa-apa hanya karena faktor cuaca dan lelah saja. Sebelumnya saya juga sering berobat ke klinik tempat saya terdaftar ketika saya merasa tidak enak badan,” ujar Hartono, Jum’at (03/03).

Pria asal Indramayu ini juga menceritakan pengalaman istrinya dua tahun lalu ketika istrinya harus melahirkan anak keduanya secara prematur di usia delapan bulan. Pada usia kandungan yang baru menginjak delapan bulan istrinya mengalami pecah air ketuban. Ketika dibawa ke klinik dokter menyarankan agar istrinya harus segera melahirkan melalui operasi caesar.

“Waktu itu tahun 2018 istri saya sedang hamil delapan bulan, karena waktu itu istri saya bekerja jaga warung dan kecapean disitu langsung ketubannya pecah. Akhirnya langsung dilarikan ke RSUD Indramayu. Disana dokter menyampaikan untuk dilakukan caesar. Alhamdulillah berkat Program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan istri saya bisa tertolong sampai anak saya lahir dan selamat,” ujar bapak dua anak ini.

Tono menceritakan walaupun dimasa pandemi covid-19 ia tetap dilayani dengan baik saat melakukan pengobatan. Ia-pun mengaku tidak keberatan dengan adanya penerapan protokol kesehatan ketika ia ingin mendapatkan pengobatan di FKTP ataupun FKTRL. Ia juga member apresiasi kepada Program JKN-KIS yang dapat membantu ia dan istrinya untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

“Pengobatan di masa pandemi ini ada perbedaannya karena kita disuruh mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti melakukan cek suhu, memakai masker dan jaga jarak. Selebihnya untuk pengobatan masih seperti biasanya saya dilayani dengan baik. Saya berterima kasih atas program yang dapat membantu saya dan keluarga saya ketika memerlukan pengobatan. Saya tidak tau jika tidak ada Program JKN-KIS mungkin saya sudah mengeluarkan banyak biaya,” tutupnya. (rls/IB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *