Zuli Akui Program JKN Beri Kemudahan Bagi Peserta

EKBIS2,269 BACA

KABUPATEN BEKASI – Zulianti Muna Amalia memiliki pengalaman yang sangat positif dalam menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Berbagai pengalaman telah ia rasakan, termasuk saat dirinya dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Bekasi akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) selama lebih dari satu minggu.

Ia menjelaskan bahwa mulai dari tindakan medis, pengobatan, hingga obat-obatan, semuanya diberikan tanpa tambahan biaya sepersen pun. Menurutnya, hal ini sangat membantu karena tanpa Program JKN, ia tidak tahu berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan.

“Waktu itu, semua biaya selama perawatan ditanggung penuh oleh Program JKN. Saya menderita DBD dan dirawat selama satu minggu di salah satu rumah sakit terdekat dari rumah. Selama menjalani perawatan, saya sama sekali tidak dikenakan biaya apapun mulai dari tindakan medis hingga pengobatan. Program JKN sangat membantu saya terutama dalam biaya pengobatan saya saat itu,” tutur gadis berusia 26 tahun tersebut.

Zuli menjelaskan bahwa pelayanan yang ia terima di rumah sakit tidak ada bedanya dengan pasien yang tidak menggunakan Program JKN. Petugas yang melayaninya pun bersikap ramah kepada semua pasien tanpa ada perbedaan perlakuan sama sekali. Menurut Zuli anggapan atau isu yang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan merepotkan atau pelayanannya kurang baik dapat ditepis dengan pengalamannya.

“Saya sangat dilayani dengan baik dan memuaskan. Petugas rumah sakit melayani dengan ramah tanpa membedakan pasien BPJS Kesehatan atau bukan. Semua petugas melayani semua pasien dengan baik dan adil. Hal itu sangat saya rasakan sendiri. Saya pernah mendengar info bahwa BPJS Kesehatan itu merepotkan dan pelayanannya tidak merata. Tetapi setelah apa yang saya rasakan  hal itu sangat bertolak belakang, karena begitu memuaskan pelayanan yang saya dapat saat dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Zuli, kunci utama dalam memanfaatkan layanan Program JKN adalah dengan mengikuti prosedur yang telah berlaku dan membayar iuran secara rutin. Menurutnya, apabila peserta telah mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dan membayar iuran sesuai dengan kelas rawat masing-masing, semua akan terasa mudah dan peserta akan mendapatkan pelayanan dengan cepat tanpa adanya terkendala di administrasi ataupun biaya. Ia merasa sangat bersyukur atas adanya BPJS Kesehatan yang telah memberikan kemudahan dan jaminan dalam akses pelayanan kesehatan.

“Menurut saya kunci menggunakan BPJS Kesehatan itu patuh dan tertib. Patuh dalam mengikuti ketentuan yang berlaku dan tertib dalam membayar iuran tiap bulannya, karena jika kita sudah mengikuti dua itu dalam berobat kita tidak akan terkendala sama sekali terutama dalam hal kelengkapan data dan biaya. Adanya BPJS Kesehatan sangat membantu saya dalam berobat,” ungkap wanita yang bekerja sebagai karyawan swasta tersebut.

Tak hanya dirinya, ayah Zuli juga pernah merasakan manfaat BPJS Kesehatan. Ia mengatakan bahwa ayahnya mendapatkan tindakan operasi yang seluruh biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bagi keluarganya, BPJS Kesehatan benar-benar menjadi solusi di saat mereka membutuhkan pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau.

“Ayah saya juga sangat merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan ini. Saat itu ayah saya sangat membutuhkan tindakan operasi di rumah sakit yang sama dan semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bagi saya dan keluarga, BPJS Kesehatan sangat dijadikan solusi utama terutama dalam berobat,” tutur wanita yang tinggal di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan tersebut.

Zuli berharap kedepannya agar BPJS Kesehatan semakin sukses dan terus meningkatkan pelayanannya sehingga selalu bisa membantu orang yang membutuhkan terutama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Semoga BPJS Kesehatan sukses selalu dan lebih jaya lagi sehingga  bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan terutama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” harapnya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *