Setelah Pasar Pindah, Jalan Kapten Sumantri Kembali Bernapas

Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi

Di bawah terik matahari Sabtu pagi itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, tampak berdiri di tepi Jalan Kapten Sumantri, Cikarang Utara. Di belakangnya, sejumlah petugas tengah memasang pembatas jalan, menata ulang marka, dan memeriksa nyala lampu penerangan jalan umum (PJU). Aktivitas yang tampak sederhana ini sejatinya merupakan bagian dari langkah besar memulihkan kembali fungsi jalan utama yang selama bertahun-tahun tersandera oleh hiruk pikuk pasar tumpah.

“Harapannya, dengan relokasi ini, fungsi badan jalan bisa dioptimalkan dan kami akan lakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Agus sembari meninjau langsung kondisi lapangan, Sabtu (14/2/202).

Bagi warga Cikarang Utara, relokasi pedagang pasar tumpah dari Jalan Kapten Sumantri adalah perubahan besar. Dulunya, dua lajur jalan kerap menyempit akibat lapak-lapak yang menjamur hingga ke badan jalan. Arus kendaraan tersendat, pejalan kaki terpaksa berjalan di antara deretan pedagang, dan pagi hari di kawasan itu seperti ritual macet yang tak terelakkan.

Namun kini, setelah relokasi dilakukan, Dishub Bekasi mencoba menata ulang bukan hanya fisik jalan, tapi juga ritme kehidupan di sekitarnya. Langkah awal dimulai dari manajemen rekayasa lalu lintas—mengatur kembali arah kendaraan, memasang pembatas, hingga memastikan arus mobilitas berjalan lebih tertib.

“Kami juga fokus pada perbaikan penerangan jalan umum. Beberapa unit PJU memang rusak dan butuh penggantian suku cadang. Sekarang proses pengadaannya sedang berlangsung,” kata Agus.

Selain rekayasa lalu lintas, penataan area parkir menjadi tantangan tersendiri. Untuk sementara waktu, satu lajur jalan masih digunakan sebagai area parkir bagi pengunjung pasar. Namun, ke depan, Dishub berencana memindahkan zona parkir ke area trotoar—dengan tetap menjaga fungsi pejalan kaki.

“Ke depan parkir akan kami naikkan ke trotoar, tapi tetap memberikan ruang bagi pejalan kaki. Ini bagian dari dukungan fasilitas bagi pengunjung pasar,” ujar Agus.

Langkah ini akan berjalan beriringan dengan penguatan koordinasi lintas dinas. Dinas Bina Marga, misalnya, akan menangani penataan fisik jalan, sementara Dishub fokus pada pengaturan mobilitas dan kelancaran arus.

“Kami sudah koordinasi dengan dinas teknis lainnya. Bina Marga fokus ke penataan fisik jalan, sementara kami melakukan manajemen teknis lalu lintas,” imbuhnya.

Tak sekadar memindahkan pedagang, relokasi ini juga membawa misi penataan wajah kota. Plt. Bupati Bekasi disebut Agus menaruh perhatian besar pada optimalisasi koridor Jalan Kapten Sumantri, sebagai salah satu wajah utama kawasan Cikarang.

Agar arus kendaraan tak lagi tersendat, Dishub menegaskan pentingnya disiplin waktu bagi para pedagang. “Harapan kami jam tujuh pagi sudah dirapikan, sehingga fungsi badan jalan bisa kembali optimal,” jelas Agus.

Dengan demikian, pagi hari yang dulu diwarnai padatnya kendaraan dan tumpukan pedagang bisa berubah menjadi aliran mobilitas yang lebih tertib dan manusiawi.

Langkah Dishub Bekasi ini adalah bagian dari upaya panjang menata keteraturan di tengah dinamika urbanisasi yang cepat. Ketika setiap ruas jalan menjadi nadi kota, tugas pemerintah daerah bukan hanya mengatur, tapi juga menyeimbangkan kebutuhan ekonomi rakyat kecil dengan kelancaran lalu lintas masyarakat luas.

Kini, setelah pasar tumpah direlokasi dan penerangan jalan kembali menyala, Jalan Kapten Sumantri bersiap kembali menjadi ruang publik yang sesungguhnya—tempat orang berlalu, namun tak lagi terhalang oleh kekusutan masa lalu. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *